IHSG Terkoreksi Dalam Seiring Rilis Inflasi BPS
Thursday, May 02, 2019       12:41 WIB

Ipotnews - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) siang ini (Kamis, 2/5) menunjukkan pelemahan seiring rilis inflasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan inflasi April 2019 sebesar 0,44 persen. Indeks melemah 1,06 persen ke level 6.386 dari masa pembukaan yang menguat di level 6.458.
IHSG menyentuh level tertinggi 6.465 dan terendah 6.386 sepanjang perdagangan hari ini hingga rehat sesi I. Sebanyak 267 emiten mendorong terjungkalnya IHSG dan 127 emiten lainnya mengalami penguata. Sedangkan 108 emiten berikutnya stagnan. Sementara itu nilai tukar rupiah tercatat stagnan hingga siang ini di level Rp14.250 per dolar USD.
Seluruh sektor yang memerah juga menjadi pendorong utama IHSG ambruk pada sesi ini. Pelemahan sektoral tertinggi terjadi pada sektor properti yang melemah 1,63 persen menjadi 478 dan diikuti oleh sektor industri dasar yang terkoreksi 1,58 persen menjadi 804.
Pelemahan berikutnya terjadi pada sektor keuangan sebesar 1,37 persen mnejadi 1.286, sektor aneka industri melemah 1,21 persen menjadi 1.305, sektor manufaktur melemah 1,12 persen menjadi 1.547 dan sektor perkebunan melemah 0,12 persen menjadi 1.439.
Dilanjutkan oleh sektor perdagangan melemah 0,97 persen menjadi 819, sektor infrastruktur melemah 0,15 persen menjadi 1.169, pertambangan terkoreksi 0,52 persen menjadi 1.770 dan sektor konsumer melemah 0,89 persen menjadi 2.491.
Emiten teraktif yaitu dengan nilai transaksi Rp148,15 miliar, sebesar Rp42,62 miliar, Rp15,67 miliar, Rp12,13 miliar dan Rp11,84 miliar. Kemudian emiten yang menduduki top gainers menurut versi Indeks Kompas100 adalah (4,41 persen), (3,98 persen), (1,77 persen), (1,32 persen), dan (1,16 persen).
Untuk emiten yang stagnan diantaranya adalah , , , dan . Kemudia emiten yang terkoreksi paling besar adalah (-19,77 persen), (-17,24 persen), (-7,87 persen), (-6,42 persen), dan (-6,33 persen).
Aktifitas investor asing hingga jeda perdagangan hari ini tercatat dominan melakukan aksi beli bersih (nett buy) sebesar Rp14,02 miliar dengan total lot 128.067 lembar saham. Saham yang paling banyak diborong adalah senilai Rp170,2 miliar sebanyak 68,3 juta lembar saham. sebesar Rp240 miliar sebanyak 54,8 juta lembar saham dan sebesar Rp143,9 miliar sebanyak 18,8 juta lembar saham.
(Marjudin)

Sumber : admin
3,920
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot