IMF Dukung Respon Indonesia Dalam Menghadapi Pelemahan Rupiah
Friday, September 14, 2018       15:37 WIB

Ipotnews - Dana Moneter Internasional (IMF) mendukung langkah Indonesia dalam menyikapi aksi jual rupiah. Penetapan suku bunga yang lebih tinggi dan intervensi valuta asing, dinilai sebagailangkah yang tepat untuk membantu mengurangi volatilitas rupiah.
"Reaksi kebijakan secara keseluruhan telah sesuai, tetapi jelas segalanya dapat berubah dengan cepat dan ini membutuhkan kewaspadaan," kata Luis Breuer, kepala divisi IMF untuk Indonesia, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (14/9). Namun ia mengingatkan agar pemerintah dan otoritas monetertidak boleh terlalu nyaman, dan harus terus berusaha mengurangi risiko yang bisa membuat ekonomi menjadi rentan terhadap arus keluar modal asing.
Pasar Indonesia sempat terguncang karena rupiah jatuh ke level terendah dua dekade mendekati Rp15.000 per dolar AS pada pekan lalu. Bank Indonesia disebut sebagai bank sentral yang paling agresif di Asia, setelah berusaha mempertahankan nilai tukar rupiah dengan menaikkan suku bunga empat kali dengan total 1,25 poin persentase dan menguras cadangan devisa hampir 10 persen tahun ini.Pada saat yang sama, pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk meredam impor dan mengendalikan defisit neraca transaksi berjalan di kisaran 3 persen dari produk domestik bruto.
"Sekarang, kami pikir situasinya sudah dapat dikelola," kata Breuer. "Tapi itu membutuhkan kewaspadaan dan pemantauan situasi dengan sangat hati-hati, yang ditujukan untuk mengatasi kerentanan yang menyebabkan penularan secara domestik akibat perkembangan eksternal," Breuer menambahkan.
Menurutnya, intervensi pasar mata uang yang dilakukan Bank Indonesia bertujuan, "untuk menghindari kondisi pasar yang tidak teratur, dan tidak mencoba untuk mempertahankan nilai tukar pada tingkat tertentu." Tapi jika intervensi itu ditujukan untuk mematok nilai tukar rupiah, maka langkah tersebut adalah suatu "kesalahan."
Dalam sebuah buku baru berjudul 'Menyadari Potensi Ekonomi Indonesia,' IMF memberikan penilaian positif terhadap perekonomian Indonesia. Meskipun demikian, IMF mengatakan, masih diperlukan lebih banyak reformasi untuk mendorong pertumbuhan dalam jangka panjang.
Secara khusus IMF menyarankan, perlu langkah-langkah untuk meningkatkan undang-undang tenaga kerja yang dinilai "kaku", membuka sektor untuk investasi asing, dan mengurangi peran perusahaan milik negara dalam perekonomian. Namun IMF mengakui, undang-undang ketenagakerjaan telah berkontribusi pada pasar tenaga kerja informal yang besar, dan sejumlah besar pekerja yang dipekerjakan pada kontrak jangka pendek.
Namun demikian "ketika kita menolehke belakang dan melihat dengan cara pandangseekor burung, Indonesia telah melakukannya dengan sangat baik," kata Breuer. "Sangat jelas bahwa fundamental ekonomi Indonesia telah berubah secara dramatis dalam 20 tahun terakhir," ujarnya.(Bloomberg/kk)

Sumber : Admin