Ikuti Kejatuhan Pasar Global, Minyak Sentuh Level Terendah Dua Pekan
Thursday, October 11, 2018       13:41 WIB

Ipotnews - Minyak jatuh ke posisi terendah dua pekan, Kamis siang, melanjutkan pelemahan sesi sebelumnya di tengah gejolak pasar saham global, dengan harga juga terpukul oleh laporan industri yang menunjukkan stok Amerika meningkat di atas estimasi.
Kekhawatiran seputar pasokan juga mereda karena dampak Badai Michael kemungkinan tidak menyebabkan kerusakan signifikan pada aset minyak setelah menghantam Florida, meski angin kencang tersebut menyebabkan setidaknya satu kematian, cedera dan kerusakan luas.
Minyak mentah Brent, patokan internasional, anjlok USD1,32, atau 1,6 persen, menjadi USD81,77 per barel pada pukuk 05.43 GMT, demikian laporan Reuters, di Tokyo, Kamis (11/10). Sebelumnya, Brent menyentuh tingkat terendah sejak 27 September di posisi USD81,35, setelah ditutup 2,2 persen lebih rendah, Rabu.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut USD1,10, atau sekitar 1,5 persen, menjadi USD72,07 per barel, setelah jatuh ke titik terendah sejak 28 September. WTI merosot 2,4 persen di sesi sebelumnya.
Saham di pasar utama dunia terjerembab ke level terendah tiga bulan, Rabu, dengan indeks acuan S&P 500 jatuh lebih dari tiga persen, penurunan satu hari terbesar sejak Februari.
Saham teknologi tertekan di tengah ketakutan melambatnya permintaan dan kekhawatiran tentang ketegangan Amerika-China. Indeks Nikkei 225 Jepang merosot lebih dari empat persen, Kamis.
"Mode risk-off yang kita lihat di semua pasar juga menghampiri minyak dan kekhawatiran pasokan sebelumnya telah menguap," kata Michael McCarthy, Kepala Strategi Pasar CMC Markets di Sydney.
Persediaan minyak mentah Amerika melonjak lebih besar dari perkiraan pada pekan lalu, sementara stok bensin meningkat dan cadangan produk distilasi menurun, menurut data kelompok industri American Petroleum Institute, Rabu.
Stok minyak mentah naik 9,7 juta barel dalam pekan hingga 5 Oktober menjadi 410,7 juta, jauh dibandingkan ekspektasi sejumlah analis yang memperkirakan peningkatan 2,6 juta barel.
Stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, bertambah 2,2 juta barel, menurut API.
Badan Informasi Energi (EIA) Amerika akan merilis data stok resmi pemerintah, Kamis pagi waktu setempat atau Jumat (12/10) dini hari WIB.
Di Teluk Meksiko Amerika, produsen memangkas produksi minyak harian sekitar 42 persen karena badai tersebut, kata Bureau of Safety and Environmental Enforcement. Pemotongan itu mewakili produksi minyak 718.877 barel per hari.
Kendati produksi minyak mentah dipangkas karena badai tersebut, "waktu penghentian diperkirakan relatif singkat dan output Teluk Meksiko saat ini menyumbang porsi yang relatif kecil dari total produksi Amerika," ucap Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates.
Produksi minyak Amerika diperkirakan melonjak 1,39 juta bph ke rekor 10,74 juta bph, papar EIA dalam proyeksi bulanannya, Rabu. (ef)

Sumber : Admin