Indeks Mata Uang Emerging Market Sentuh Rekor Tertinggi, Indeks Saham EM Asia Melonjak
Wednesday, August 05, 2026       15:38 WIB
  • Indeks mata uang emerging market mencetak rekor tertinggi dan saham EM Asia menyentuh level tertinggi dua pekan, didorong harapan meredanya konflik AS-Iran yang menahan harga minyak di bawah USD80 per barel.
  • Rupiah menguat 0,5% ke Rp17.920 per dolar AS, bersama penguatan peso Filipina, won Korea Selatan, dan dolar Taiwan, sementara ringgit Malaysia dan dolar Singapura relatif stabil.
  • Bursa Korea Selatan melonjak 3,8% dan Taiwan naik 2,9%, sedangkan KLSE memimpin penguatan di Asia Tenggara, IHSG naik 0,6%, sementara bursa Singapura dan Thailand ditutup melemah.

Ipotnews - Indikator nilai tukar mata uang  emerging market  terhadap dolar AS mencetak rekor tertinggi sepanjang masa dalam perdagangan Asia, Rabu (5/8). Sementara itu indeks saham negara-negara EM Asia mencapai level tertinggi dalam beberapa pekan.
Penguatan ini didorong oleh harapan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang menjaga harga minyak tetap berada di bawah USD80 per barel.
Laman Reuters melaporkan, hingga mendekati pukul 15:30 WIB, indeks MSCI untuk mata uang  emerging market  secara luas naik hingga 0,4% ke level tertinggi sepanjang sejarah. Pada saat yang sama indeks MSCI untuk saham Emerging Market Asia melonjak 2,5% ke posisi tertinggi dalam dua pekan.
Harga kontrak berjangka minyak mentah naik sekitar USD1 per barel setelah merosot tajam dalam dua sesi sebelumnya. Pelaku pasar mencermati perkembangan menuju penyelesaian konflik AS-Iran yang telah berlangsung selama lima bulan, serta kemungkinan dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang sangat strategis.
"Harga minyak yang lebih rendah jelas menjadi sentimen positif bagi sebagian besar pasar  emerging   market  Asia karena kawasan ini pada umumnya merupakan pengimpor bersih energi," kata Glenn Yin, Direktur Riset ACCM Official.
"Energi yang lebih murah membantu meredakan tekanan inflasi, meningkatkan margin perusahaan, dan mengurangi tekanan terhadap bank sentral di kawasan, sehingga menciptakan prospek yang lebih kondusif bagi pasar saham maupun mata uang," imbuhnya seperti dikutip Reuters.
Rupiah Indonesia menjadi salah satu mata uang dengan penguatan terbesar di kawasan, naik 0,5% ke level Rp17.920 per dolar AS.
Nilai tukar peso Filipina, won Korea Selatan, dan dolar Taiwan juga menguat antara 0,3% hingga 0,5%.
Sementara itu, ringgit Malaysia dan dolar Singapura relatif tidak berubah dibandingkan penutupan sebelumnya.
Rupee India sempat menguat menembus level psikologis 95 per dolar AS sebelum memangkas kenaikannya. Reserve Bank of India mempertahankan suku bunga acuan repo sesuai ekspektasi pasar. Para pembuat kebijakan masih menunggu kepastian apakah kenaikan harga minyak telah memicu tekanan inflasi yang lebih luas. Mata uang India terakhir diperdagangkan di level 95,135 per dolar AS.
Di pasar saham, indeks KOSPI Korea Selatan memperpanjang reli dan ditutup melonjak 3,8%, didorong sentimen positif dari penguatan saham-saham teknologi pada penutupan bursa saham Wall Street, serta turunnya harga minyak.
Saham-saham unggulan seperti SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing ditutup naik 5,8% dan 2,5%.
Indeks saham Taiwan yang didominasi emiten chip juga mengikuti penguatan tersebut dengan kenaikan 2,9%, dipimpin oleh lonjakan saham TSMC sebesar 3,7%.
Di kawasan Asia Tenggara, indeks saham KLSE memimpimn kenaikan. Sempat menguat hingga 1% sebelum memangkas kenaikannya. Indeks bergerak di dekat level tertinggi sejak pertengahan Mei dan berpeluang mencatat penguatan selama enam sesi berturut-turut.
IHSG mengikuti di belakangnya dengan kenaikan 0,6%.
Sebaliknya, bursa Singapura tertinggal dibandingkan pasar regional lainnya dengan penurunan 0,6%, diikuti, bursa saham Thailand deyang melemah 0,4%.
Penurunan indeks FTSE Straits Times (STI) , Singapura menandai pelemahan selama lima hari berturut-turut, setelah melesat hampir 9% bulan lalu. Indeks STI kini berada lebih dari 130 poin di bawah rekor tertingginya di level 5.713,19 yang dicapai pada 29 Juli. (Reuters/AI)
 Asia stock indexes and currencies at 0702 GMT 

Country

FX Daily %

FX YTD %

Stock Index Daily %

Stock Index YTD %

Japan

+0.10

-0.58

3.66

31.71

China

+0.05

+3.56

1.40

-2.34

India

+0.30

-5.49

-0.15

-5.93

Indonesia

+0.53

-6.98

0.57

-26.50

Malaysia

-0.10

-0.81

0.94

4.10

Philippines

+0.48

-3.10

0.05

4.08

South Korea

+0.26

+1.00

3.76

56.57

Singapore

+0.08

+0.36

-0.58

20.09

Taiwan

+0.46

-2.66

2.88

54.03

Thailand

+0.18

-5.19

-0.39

27.88

   

Sumber : admin