Indonesia Hadapi Risiko Pelebaran Defisit Fiskal pada 2026 – OCBC
Friday, January 09, 2026       15:56 WIB
  • OCBC memperkirakan defisit fiskal Indonesia melebar ke sekitar 2,8% dari PDB, melampaui target pemerintah 2,68%, akibat lemahnya penerimaan dan tingginya belanja.
  • Program unggulan seperti makan bergizi gratis dinilai terus menekan belanja, sementara penerimaan pajak berpotensi mengecewakan di tengah perlambatan ekonomi.
  • Pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat ke 4,8% pada 2026, dengan penopang utama dari kebijakan moneter dengan potensi penurunan suku bunga BI sebesar 50 bps.

Ipotnews - Indonesia berpotensi menghadapi pelebaran defisit fiskal pada tahun ini lebih besar dari besaran defisit fiskal 2026 yang ditargetkan pemerintah sebesar 2,68% dari PDB.
Ekonom OCBC , Lavanya Venkateswaran dan Ahmad A Enver memperkirakan defisit Indonesia akan berada di kisaran 2,8% pada tahun ini. Pertumbuhan penerimaan yang lebih lemah dan kebutuhan belanja yang masih tinggi menjadi penyebab utama pelebaran defisit.
Para ekonom OCBC memperkirakan program-program unggulan, khususnya program makan bergizi gratis, akan terus menekan belanja pemerintah pusat.
Pertumbuhan penerimaan negara juga berpotensi mengecewakan di tengah prospek ekonomi yang lebih lunak dan penerimaan pajak yang masih lemah, sebut mereka seperti dikutip Dow Jones Newswires, Jumat (9/1).
Selain itu, OCBC juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melambat menjadi 4,8% pada 2026, dari estimasi 5,0% pada 2025.
Mereka berpendapat, dengan dukungan kebijakan fiskal yang terbatas, pertumbuhan ekonomi Indonesia dinilai akan lebih bergantung pada kebijakan moneter. Penurunan suku bunga diperkirakan akan berlangsung bertahap akibat tekanan terhadap rupiah.
OCBC memperkirakan Bank Indonesia akan memangkas suku bunga sebesar total 50 basis poin dalam siklus pelonggaran saat ini. (Dow Jones Newswires)

Sumber : admin