Inovasi Bawa Prospek Bersinar, Buy ICBP di Target Harga Rp11.500
Tuesday, January 15, 2019       11:11 WIB

Ipotnews - Berhasil meraih kembali pangsa pasar yang sempat hilang lewat inovasi, ditambah dengan sejumlah sentimen positif, prospek Indofood CBP (; Buy; Rp11,500) pada 2019 diyakini makin moncer. Saham perseroan makin kokoh di rating Buy dengan target harga Rp11.500 per saham.
Setelah sempat kehilangan pangsa pasar yang cukup besar di segmen mie instan ke Wings (Mie Sedaap) selama beberapa tahun terakhir, secara perlahan mulai mendapatkan kembali pangsa pasar mereka pada tahun 2018.
Hal ini terutama disebabkan oleh inovasi dengan peluncuran produk dan pemasaran yang agresif sepanjang tahun lalu. meluncurkan sejumlah rasa baru yang ternyata sukses, seperti telur asin dan sotopadang.
Perseroan juga menjadi salah satu dari sedikit perusahaan lokal yang berhasil memanfaatkan Asian Games 2018, dengan merilis produk-produk Asian Games edisi terbatas.
"Kami tetap bullish terhadap , karena perusahaan terus mempertahankan pangsa pasar mereka dan kami percaya mereka akan melanjutkan dominasinya menuju 2019," tandas Tim Analis Indo Premier Sekuritas, Selasa (15/1).
Menurut Tim Analis, inovasi produk akan menjadi faktor penentu, dengan meningkatnya kompetisi di industri bahan pokok konsumen, terutama dari pemain asing. Inilah yang menjadi keunggulan kompetitif pada tahun 2018, karena mereka telah secara aktif meluncurkan produk dan variasi baru agar tetap terdepan dalam kompetisi.
Kompetisi yang kaku terutama dialami di segmen produk susu dan makanan ringan, dengan kompetisi yang kuat datang dari pemain baru dari China di segmen produk susu dan Wings (Calbee) di segmen makanan ringan. "Kami percaya bahwa dengan meningkatnya persaingan, perusahaan akan terus meningkatkan inovasi produk mereka pada tahun 2019," tambah Tim Analis.
Dorongan prospek terhadap perseroan adalah makin dekatnya pilpres 2019, di mana pemerintah melancarkan berbagai stimulus untuk memacu perekonomian dan meningkatkan program populis.
Hal itu sudah dapat dilihat sejak akhir 2018 ketika pemerintah mengumumkan rencana untuk secara signifikan meningkatkan Program Keluarga Harapan (PKH) pada 2019 dengan memperkenalkan skema baru. Alih-alih jumlah tetap Rp1.89juta per keluarga per tahun, sekarang sebuah keluarga dapat menerima hingga Rp10.2juta per tahun
"Hal ini, ditambah dengan peningkatan konsumsi terkait pemilu yang akan datang, akan sangat meningkatkan daya beli masyarakat, terutama segmen berpenghasilan menengah ke bawah," papar Tim Analis lagi.
Alhasil, Tim Analis sedikit meningkatkan perkiraan pendapatan untuk 2018/2019, didukung oleh prospek 2019 yang lebih positif dan daya beli yang lebih baik.
"Kami juga mempertegas rating beli (buy) kami terhadap saham dengan target harga lebih tinggi Rp11.500 (berdasarkan target rasio P/E 26,5x)," tandas Tim Analis dalam catatannya.

Year To 31 Dec

2016A

2017A

2018F

2019F

2020F

Revenue(RpBn)

34,466

35,607

39,002

42,725

46,907

EBITDA(RpBn)

5,838

6,553

6,822

7,448

7,637

EBITDA Growth (%)

27.2

12.2

4.1

9.2

2.5

Net Profit(RpBn)

3,598

3,796

4,428

5,016

5,275

EPS (Rp)

309

326

380

431

453

EPS Growth (%)

20.1

5.6

16.6

13.3

5.2

Net Gearing (%)

(34.2)

(31.7)

(40.6)

(47.9)

(52.4)

PER (x)

28.9

27.4

23.5

20.7

19.7

PBV (x)

5.6

5.1

4.6

4.0

3.6

Dividend Yield (%)

(1.5)

(1.9)

(1.8)

(2.1)

(2.4)

EV/EBITDA (x)

18.9

16.9



Sumber : admin
9,375
0.0 %
0 %

0

BidLot

0

OffLot