- Harga emas melonjak 2,3% ke US$4.336,02 per troy ounce dan menyentuh level tertinggi tujuh pekan setelah data lapangan kerja AS mengecewakan pasar.
- Emas berpotensi mencatat kenaikan mingguan lebih dari 7%, terbesar sejak 19 Januari, karena peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi 43,9%.
- UBS memperkirakan harga emas dapat mencapai US$5.000 per troy ounce pada paruh pertama 2027.
Ipotnews - Harga emas melonjak pada Jumat (7/8) akhir pekan ini dan mencapai level tertinggi dalam tujuh pekan setelah penurunan tak terduga nonfarm payrolls Amerika Serikat pada Juli memupus harapan kenaikan suku bunga dan menempatkan emas di jalur kenaikan mingguan terbaik dalam tujuh bulan.
Harga emas spot melonjak 2,3% menjadi US$4.336,02 per troy ounce pada pukul 14.42 EDT (18.42 GMT), setelah sebelumnya naik lebih dari 3% ke level tertinggi sejak 17 Juni.
Emas berada di jalur mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak 19 Januari, dengan harga telah naik lebih dari 7% sepanjang pekan ini. Kontrak berjangka emas AS naik 2,3% dan ditutup di US$4.399,70.
Nonfarm payrolls di Amerika Serikat turun 23.000 lapangan kerja pada bulan lalu setelah kenaikan 20.000 pada Juni yang direvisi turun, menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja AS. Ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan 80.000 lapangan kerja.
"Data lapangan kerja yang lebih lemah dari perkiraan menciptakan skenario di mana The Fed akan lebih kecil kemungkinannya menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya," kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Meger mengatakan penurunan harga energi dan kemungkinan berkurangnya peluang kenaikan suku bunga AS mengarah pada dolar yang lebih lemah dan harga emas yang lebih kuat.
Pasar kontrak berjangka suku bunga kini memperkirakan peluang pengetatan kebijakan The Fed pada September sebesar 43,9%, dibandingkan 57% sebelum laporan lapangan kerja dirilis, berdasarkan data LSEG . Sementara itu, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga bulan depan naik menjadi 56,1%, dibandingkan 43,2% sebelum data tersebut dirilis.
Suku bunga yang lebih rendah membuat emas lebih menarik dibandingkan aset yang menghasilkan imbal hasil karena emas tidak menghasilkan bunga. UBS memperkirakan harga emas akan naik menjadi US$5.000 per troy ounce pada paruh pertama 2027, berdasarkan catatan yang dirilis pada Jumat.
Dari sisi geopolitik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa ia meyakini perang dengan Iran akan segera berakhir.
Untuk logam lainnya, harga perak spot naik 3% menjadi US$63,29 per troy ounce, platinum menguat 1,1% menjadi US$1.747,60, dan palladium naik 0,8% menjadi US$1.381,61. Ketiga logam tersebut berada di jalur kenaikan mingguan.
(reuters)
Sumber : admin