Kemenkeu Pangkas Perkiraan Defisit Fiskal 2022, Pendapatan Meningkat
Friday, July 01, 2022       14:50 WIB

Ipotnews - Kemneterian Keuangan memperkirakan anggaran dan pendapatan belanja tahun iniakan membukukan defisit fiskal 2022 sebesar Rp 732,2 triliun , atau 3,92 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut lebih kecil dari perkiraan sebelumnya sebesar 4,5 persen dari PDB.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat dengar pendapat dengan Komite Anggaran DPR, Jumat (1/7), juga mengatakan, pemerintah akan mengurangi penerbitan surat utang menjadi Rp 757,6 triliun, dari target sebelumnya Rp 943,7 triliun.
Penurunan defisit anggaran ditengarai oleh ledakan ekspor yang didukung oleh harga komoditas yang tinggi. Penerimaan ekspor yang lebih baik dan pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19 telah memicu lonjakan pendapatan pemerintah.
Sri Mulyani menyebutkan, tambahan pendapatan dari rejeki nomplok okenaikan harga komoditas itu, akan digunakan untuk mengurangi target penerbitan surat utang demi pengelolaan posisi fiskal Indonesia dengan lebih baik di tengah meningkatnya biaya pendanaan global.
"Penerbitan surat utang kita mengalami penurunan yang luar biasa tajam. Ini salah adalah satu indikator kesehatan APBN kita yang luar biasa bagus," ujarnya.
Menkeu memperkirakan pendapatan negara setahun penuh diperkirakan sebesar Rp2.436,9 triliun, melebihi prediksi pada Mei lalu, meningkat 21 persen dibanding tahun lalu.
Bersamaan dengan itu, Menkeu juga mengekspektasikan adanya beberapa pengeluaran tambahan dibandingkan dengan angka Mei llau, termasuk anggaran subsidi yang sedikit lebih tinggi, sehingga total anggaran menjadi Rp3.169,1 triliun, lebih besar sekitar 14 persen dari tahun lalu.
Namun Sri Mulyani memperingatkan akan adanya risiko penurunan harga komoditas di akhir tahun dan di 2023, serta risiko penurunan konsumsi domestik dan investasi yang dipengaruhi oleh kenaikan inflasi dan suku bunga global yang lebih tinggi.
Ia memperkirakan pertumbuhan PDB untuk tahun ini akan mencapai 4,9 persen hingga 5,4 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya di 4,8 persen hingga 5,5 persen sebelumnya. (Reuters)

Sumber : Admin