Ketakutan Brexit Tanpa Kesepakatan Memudar, Emas Anjlok Satu Persen
Friday, March 15, 2019       04:04 WIB

Ipotnews - Emas anjlok lebih dari satu persen, Kamis, tergelincir di bawah USD1.300 untuk kali kedua bulan ini, karena kekhawatiran Brexit "tanpa kesepakatan" memudar dan dolar menguat terhadap pound menjelang pemungutan suara untuk memperpanjang batas waktu keluarnya Inggris dari Uni Eropa.
Harga emas di pasar spot turun satu persen menjadi USD1.296,51 per ounce pada pukul 02.29 WIB, mundur dari USD1.311,07 yang dicapai pada sesi Rabu, tingkat tertinggi sejak 1 Maret, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Kamis (14/3) atau Jumat (15/3) dini hari WIB. Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup merosot 1,1 persen menjadi USD1.295,1 per ounce.
"Kemungkinan tidak ada kesepakatan Brexit meningkatkan kemungkinan meluasnya aksi beli emas, dan sekarang setelah ditolak, saya pikir sebagian dari pembelian safe haven dalam emas kemungkinan akan memudar," kata Suki Cooper, analis Standard Chartered Bank.
Indeks dolar memperoleh kekuatan dari pound yang lemah menjelang pemungutan suara di parlemen, diperkirakan menyerukan penundaan singkat untuk Brexit.
Juga menghambat permintaan untuk emas, ekuitas Eropa menguat karena risiko perpisahan Inggris dari UE tanpa kesepakatan memudar.
"Emas dan perak juga mengalami koreksi setelah harga mencapai level tertinggi dua minggu pada sesi Rabu," kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals dalam sebuah catatan.
Perundingan perdagangan AS-China juga membuat para investor tetap waspada. Presiden Donald Trump mengutip kemajuan dalam perundingan tersebut, menyusul laporan yang mengatakan para pemimpin kedua negara menunda pertemuan mereka berikutnya hingga setidaknya April.
Trump sebelumnya menekankan bahwa dia "tidak terburu-buru" untuk mengamankan kesepakatan dengan China.
Dolar menjadi tempat berlindung yang lebih disukai bagi investor yang khawatir dengan meningkatnya ketegangan perdagangan sejak tahun lalu, yang pada gilirannya mengurangi daya tarik untuk emas.
Namun, analis mengatakan permintaan untuk logam kuning itu segera meningkat karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menahan diri dari menaikkan suku bunga setelah pertemuan kebijakan mereka pekan depan.
"Kami memperkirakan The Fed akan tetap bertahan, dan bank sentral utama lainnya akan menaikkan (suku bunga) sedikit dan/atau lebih lambat. Selain itu, kami memperkirakan imbal hasil US Treasury 10-tahun turun sedikit. Ini seharusnya mendukung harga emas," kata analis di ABN Amro.
Logam mulia lainnya, perak tergelincir untuk pertama kalinya dalam lima sesi dan turun hampir dua persen menjadi USD15,18 per ounce. Palladium naik 0,1 persen menjadi USD1.557,51 per ounce, sedangkan platinum merosot 1,6 persen menjadi USD823,77 per ounce. (ef)

Sumber : Admin