Ketegangan Perdagangan Lambungkan Dolar, Emas Tertekan
Monday, February 11, 2019       13:52 WIB

Ipotnews - Harga emas melemah, Senin siang, karena ketidakpastian seputar ketegangan perdagangan AS-China membuat dolar menguat, menghilangkan daya tarik safe haven logam tersebut, bahkan ketika investor khawatir tentang perlambatan pertumbuhan ekonomi global.
Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.311,77 per ounce pada pukul 12.39 WIB, sedangkan emas berjangka Amerika Serikat berkurang 0,2 persen menjadi USD1.315,50 per ounce, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (11/2).
Apresiasi dolar AS bertindak sebagai penghalang bagi emas dalam waktu dekat, kata Benjamin Lu, analis Phillip Futures yang berbasis di Singapura, menambahkan bullion juga menghadapi bias negatif jangka pendek dalam grafik yang digunakan oleh pedagang teknikal.
"Tetapi dalam perspektif jangka panjang, kami cukup bullish. Kekhawatiran pertumbuhan global, tidak adanya tanda-tanda positif dalam negosiasi perdagangan AS-China dan pengurangan perkiraan pertumbuhan zona euro meletakkan dasar yang kuat bagi emas."
Investor menantikan perundingan perdagangan antara Beijing dan Washington, pekan ini, dengan delegasi pejabat AS mengunjungi China untuk mengikuti putaran negosiasi berikutnya.
Presiden Donald Trump, pekan lalu, mengatakan dia tidak memiliki rencana untuk bertemu dengan Presiden China Xi Jinping sebelum batas waktu 1 Maret untuk mencapai kesepakatan perdagangan.
Trump berjanji akan menaikkan tarif AS terhadap impor China senilai USD200 miliar jika kedua belah pihak tidak dapat mencapai kesepakatan pada pukul 24.01 pagi (05.01 GMT) pada 2 Maret.
Ketegangan perdagangan antara dua ekonomi teratas dunia itu telah mengguncang pasar keuangan sejak tahun lalu dan juga meningkatkan daya tarik dolar AS sebagai tempat berlindung yang aman (safe-haven).
Indeks dolar menyentuh level tertinggi sejak 3 Januari, membuat emas yang berdenominasi greenback lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Dolar tetap perkasa meski Federal Reserve menghentikan siklus kenaikan suku bunga selama beberapa tahun dan sikap dovish yang ditunjukkan oleh beberapa pejabat The Fed.
Emas menyentuh titik tertinggi sembilan bulan di posisi USD1.326,30 pada akhir Januari di tengah sikap dovish The Fed, tetapi harga sejak itu mengalami koreksi.
kendati emas didukung oleh kebijakan The Fed, harga kemungkinan akan tetap terikat sampai ada kejelasan seputar perdagangan dan penutupan aktivitas pemerintah (government shutdown) AS, ujar analis OANDA, Edward Moya.
Pembicaraan mengenai pendanaan keamanan perbatasan berantakan setelah anggota parlemen dari Partai Demokrat dan Republik berseteru mengenai kebijakan penahanan imigran ketika mereka berusaha untuk mencegah government shutdown kembali.
Spot emas dapat menguji kembali support di posisi USD1.299 per ounce, seperti yang ditunjukkan oleh wave pattern-nya dan analisis proyeksi, menurut analis teknikal Reuters, Wang Tao.
SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melihat arus keluar selama lima sesi berturut-turut, pekan lalu.
Sementara itu, palladium anjlok 1,2 persen menjadi USD1.385 per ounce. Perak di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD15,76 per ounce, sedangkan platinum merosot 1,2 persen menjadi USD788,50. (ef)

Sumber : Admin