Kilas Emiten: GMFI, GLOB, ARNA, dan MDKA
Monday, June 25, 2018       08:38 WIB

Ipotnews - Berikut kilas berita emiten pekan lalu yang layak diperhatikan sebelum memulai transaksi hari ini, Senin (25/6):
1. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk () menargetkan pendapatan bertumbuh double digit dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 439,28 juta. Sampai akhir tahun mereka optimis dapat mencapai target tersebut. Hal tersebut lantaran efektivitas dari strategi yang sudah dijalankan perusahaan. Walaupun begitu, menilik laporan keuangan perusahaan kuartal I-2018 beban usaha yang dicatatkan meningkat 23,81% menjadi US$ 373,05 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya US$ 301,29 juta. Perseroan sudah menyiapkan strategi untuk meninyeimbangkan peningkatan beban usaha dan peningkatan keuntungan melalui program-program baik peningkatan capability, program-program efisiensi, termasuk berusaha mendapatkan tax allowance dan tax holiday dari pemerintah untuk penanaman modal baru. Manajemen menambakan, program efisiensi yang dimaksud seperti peningkatan consignment dan renegosiasi dengan vendor.
2. PT Global Teleshop Tbk () mencatatkan penurunan kerugian di tahun 2017 sebesar Rp 104 miliar. Pada 2016 perseroan mengalami kerugian sebesar Rp 118 miliar, di 2017 turun menjadi Rp 14,6 miliar. Perseroan menilai pada 2017 terjadi perubahan pola belanja dan konsumsi masyarakat yang menyebabkan kelesuan daya beli. Akibatnya kurang mendukung bisnis di tahun tersebut. Ada beberapa strategi yang diterapkan perusahaan dalam menghadapi tekanan di 2017. Beberapa di antaranya yakni memaksimalkan kinerja toko dengan memaksimalkan kinerja toko dan memperpendek putaran hari persediaan barang. Dalam hal ini, juga menutup toko-toko yang tidak produktif dan lebih selektif dalam pemilihan lokasi toko. Selanjutnya dengan meningkatkan margin penjualan voucher, menurunkan biaya operasi, dan meningkatkan penjualan melalui platform online.
3. PT Arwana Citramulia Tbk () sampai dengan Mei 2018 perseroan mampu mencetak pertumbuhan penjualan dobel digit dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sebagai gambaran, pada kuartal I 2018 perseroan membukukan kenaikan penjualan bersih 12,05% menjadi Rp 494,71 miliar. Meski penjualan bersih tumbuh positif, perusahaan masih mengalami beberapa kenaikan beban usaha. Seperti upah buruh dan pabrikasi naik masing-masing 13,25% dan 10,10% year on year (yoy) menjadi Rp 13,98 miliar dan Rp 235,54 miliar.
Beban penjualan, beban umum dan administrasi juga meningkat sepanjang kuartal I-2018. Tercatat hampir seluruh komponen beban penjualan, beban umum dan administrasi perusahaan meningkat. Secara total, ketiga pos beban ini mencapai Rp 48,3 miliar, naik 12,06% dibandingkan kuartal I-2017. Perseroan mengalami penurunan laba bersih 0,33% dimana pada kuartal I-2017 meraih laba bersih Rp 40 miliar, sementara pada periode yang sama tahun ini hanya Rp 39,86 miliar.
4. PT Merdeka Copper Gold Tbk () terus berusaha untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Sampai kuartal I 2018, telah membukukan pendapatan bersih US$ 84,7 juta dengan perolehan laba bersih US$ 30 juta. Perseroan mengatakan ada beberapa faktor positif yang mendukung operasi perusahaan, yaitu perpaduan antara harga pasar emas, tingkat produksi, dan kinerja biaya yang baik dari manajemen perusahaan. Mengenai target produksi bijih oksidasi (ore) pada tahun ini masih dalam kisaran 4 juta ton bijih pertahun dengan produksi emas mencapai 155.000 ounce sampai 170.000 ounce. Sampai kuartal I 2018, pendapatan bersih perusahaan mencapai US$ 84,7 juta dari hasil penjualan 65.646 ounce Emas dan 28.936 ounce perak.

Sumber : admin
216
5.9 %
12 %

50

BidLot

19

OffLot