Kilas Emiten: GMFI, IMAS, ELSA, dan BNBR
Wednesday, February 20, 2019       08:39 WIB

Ipotnews - Kilas emiten berikut layak diperhatikan untuk menambah referensi transaksi hari ini, Kamis (20/2):
1. PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk () mengalami penurunan laba bersih pada 2018. Manajemen mengatakan bahwa penurunan tersebut disebabkan oleh dua hal, yaitu beban material subkontrak dan beban keuangan perseroan. Beban material subkontrak meningkat karena naiknya harga material subkontrak vendor selama 2018, sedangkan beban keuangan perseroan akibat dari kondisi makroekonomi yang membebani pelanggan perseroan.
Berdasarkan laporan keuangannya, beban usaha perseroan mengalami peningkatan pada 2018 yakni tercatat US$421,02 juta, naik 12,85% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Beban paling besar berasal dari beban material perseroan yang meningkat 28,04% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
2. PT Indomobil Sukses International Tbk () diyakini akan membukukan kenaikan pendapatan signifikan pada tahun ini, menyusul rencana divestasi perseroan pada produsen ban . Berdasarkan perjanjian akuisisi Michelin pada , perseroan akan menjual kepemilikan sahamnya sebesar 19,5% sehingga berpotensi meraup Rp807 miliar pada kuartal I/2019. Dana ini akan digunakan perseroan untuk ekspansi stasiun pengisian bahan bakar.
Pada bisnis logistik, per Januari 2019 entitas anak perseroan yaitu juga telah memiliki 3.200 armada truk, jauh meningkat dibandingkan dengan yang dimiliki perseroan pada semester I/2018 yang sebesar 1.470 unit. Jika beroperasi pada utilisasi penuh, perseroan akan memperoleh pendapatan Rp40,9 juta per bulan dengan margin 32%. Sampai akhir tahun, membidik jumlah armada dapat mencapai 7.000 unit. Lini logistik ini akan menyumbangkan pendapatan hingga Rp738,8 miliar.
3. PT Elnusa Tbk () mencatatkan pertumbuhan laba bersih 11,74% secara tahunan pada 2018 lewat sejumlah strategi yang telah diimplementasikan perseroan. Perseroan membukukan pendapatan usaha Rp6,6 triliun pada 2018. Realisasi tersebut naik 34,69% dari Rp4,9 triliun pada 2017. Sementara itu, laba bersih mengalami pertumbuhan 11,74% secara tahunan. Jumlah yang dibukukan naik dari Rp247 miliar pada 2017 menjadi Rp276 miliar.
Manajemen menyatakan bahwa strategi menggenjot jasa hulu migas berbasis non aset serta distribusi dan logistik energi mampu mengerek pendapatan usaha perseroan. Secara komposisi pendapatan, jasa hulu migas memberikan kontribusi sebesar 40% dan jasa distribusi logistik energi sebesar 56%, sedangkan sisanya sebesar 4% disumbangkan oleh jasa penunjang. Perseroan juga optimistis kinerja perseroan akan lebih baik lagi pada tahun mendatang. Hal ini ditopang dengan perolehan kontrak multiyears yang telah diterima di bisnis non aset, jasa distribusi dan logistik energi, serta nilai tambah total solution services yang diberikan untuk jasa klien.
4. PT Bakrie & Brothers Tbk () tengah membidik tiga kota besar di Pulau Jawa untuk menggunakan bus listrik buatan perseroan tersebut. Manajemen mengatakan bahwa tiga kota besar tersebut adalah daerah yang saat ini sedang fokus untuk melakukan pembenahan tata kota dan memperbaiki kualitas udara yang buruk. Nantinya proyek tersebut akan mulai berjalan pada semester II/2019. Namun, hal tersebut belum dapat dipastikan karena masih harus menunggu regulasi untuk penggunaan kendaraan listrik yang belum terbit hingga saat ini. Adapun rencananya perseroan akan menawarkan dua skema pemakaian bus kepada pemerintah daerah. Skema pertama, perseroan akan menyediakan paket transportasi publik kepada pemerintah daerah. Skema kedua adalah pemerintah daerah setempat dapat membeli putus unit bus yang disediakan oleh perseroan.

Sumber : admin
50
0.0 %
0 %

0

BidLot

277,777

OffLot