Kilas Emiten: HITS, UNVR, ALDO, dan INCO
Monday, February 04, 2019       08:50 WIB

Ipotnews - Sebelum memulai transaksi pagi ini, Senin (4/2), ada baiknya memperkaya referensi dengan sejumlah berita singkat pilihan Tim Analis Indo Premier berikut ini:
1. PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk () menargetkan pendapatan di tahun 2019 bisa tumbuh hingga 20% year on year (yoy). Ini merupakan target pertumbuhan minimal yang dibidik perusahaan. Pihak manajemen mengatakan bahwa pertumbuhan ini dilihat sesuai karena pada tahun 2018, pendapatan perusahaan diperkirakan tembus angka 20%. Nantinya salah satu strategi yang akan diambil perusahaan adalah dengan melakukan diversivikasi pendapatan. Saat ini perusahaan juga sedang mengembangkan bisnis floating storage untuk produk gas. Berdasarkan laporan keuangan hingga kuartal III/2018, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 59,3 juta naik 16% ketimbang periode yang sama tahun 2017. Sementara laba bersih perseroan hingga kuartal III/2018 mampu naik cukup sekitar 24% yoy menjadi US$ 9,6 juta.
2. PT Unilever Indonesia Tbk () mampu mempertahankan pertumbuhan positif melalui kenaikan penjualan bersih 1,5% dan laba bersih melesat 30,1% pada 2018. Pada kuartal III/2018, perseroan melakukan aksi korporasi dengan melakukan penjualan aset kategori Spreads. Dari aksi korporasi ini, perseroan membukukan keuntungan bersih setelah pajak sebesar Rp2,1 triliun. Adapun tanpa memasukkan penjualan dari kategori Spreads, penjualan perseroan tumbuh 2,4% pada 2018, didukung membaiknya kinerja perseroan pada semester II/2018 yang mencatat laju pertumbuhan penjualan sebesar 5,1%. Manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan positif tersebut didorong oleh upaya transformasi secara berkesinambungan melalui inovasi yang diluncurkan dan digitalisasi pada aspek operasional bisnis. Perseroan juga menggunakan analisa big data sehingga mampu membuat konten komunikasi yang efektif dan melakukan pemasaran yang tepat sasaran. Pada 2019, perseroan masih memiliki prospek positif seiring dengan program pemerintah yang meningkatkan belanja sosial menjadi Rp38 triliun. Hal ini menjadi sentimen positif bagi emiten barang-barang konsumsi.
3. PT Alkindo Naratama Tbk () berhasil membukukan pertumbuhan penjualan hingga 11% year on year pada 2018, atau menjadi senilai Rp786,7 miliar. Adapun penjualan pada 2017 senilai Rp708,74 miliar atau naik 6,34% year on year dari posisi Rp666,43 miliar. Pertumbuhan penjualan perseroan pada 2018 lebih baik dibandingkan dengan 2017. Pihak manajemen mengungkapkan bahwa perseroan telah mempersiapkan teknologi yang canggih untuk konsisten membukukan pertumbuhan yang meningkat. Adapun diversifikasi produk dari bobbin tekstil menjadi bobbin FnB dan plastik direspons baik oleh pasar. Pada tahun lalu, komposisi penjualan ke sektor FnB berkontrobusi hingga 30%--40% dari total penjualan 2018. Pada tahun ini, perseroan berencana meningkatkan kontribusi ke sektor tersebut sekitar 50%-55% dan tetap melakukan pembaharuan dari sisi teknologi. Saat ini, perseroan juga telah mengantongi proyek dengan tenor setahun dari beberapa pembeli.
4. PT Vale Indonesia Tbk () membukukan kinerja yang baik pada 2018. Pendapatan perseroan tumbuh 23,44%, sedangkan laba mencapai US$65,51 juta atau sekitar Rp871,49 miliar. Dalam laporan keuangannya, pendapatan perseroan pada 2018 mencapai US$776,7 juta atau sekitar Rp11,19 triliun (kurs 31 Desember 2018 Rp14.402 per dolar AS). Nilai itu tumbuh 23,44% year on year (yoy) dari 2017 sebesar US$627,33 juta. Laba bruto mengalami lonjakan menuju US$104 juta dari sebelumnya US$6,55 juta. Pada 2018, perusahaan pun membukukan laba US$60,51 juta, berbalik dari pencatatan rugi pada 2017 sebesar US$15,27 juta. Perseroan membukukan EBITDA sebesar AS$235,7 juta terutama didorong oleh peningkatan harga jual feronikel dan kemampuan untuk menerapkan manajemen biaya yang hati-hati. Harga realisasi rata-rata pada tahun 2018 lebih tinggi 27% dibandingkan harga tahun 2017. Sebagai informasi saja, pada awal 2018, manajeman telah meluncurkan program tantangan US$50 juta target pengurangan biaya dalam tiga tahun. Sejak saat itu, perseroan telah melakukan serangkaian inisiatif untuk menghilangkan pemborosan operasional dan untuk meningkatkan efisiensi. Upaya itu telah berhasil menyumbang US$10,8 juta dari target US$50 juta pada tahun 2018.

Sumber : admin
2,690
2.7 %
70 %

2,616

BidLot

10,803

OffLot