Kilas Emiten: JSMR, RIMO, ACST, LAND, dan PSSI
Friday, December 07, 2018       09:04 WIB

Ipotnews - Kilas emiten berikut layak diperhatikan untuk memperkaya referensi transaksi saham hari ini, Jumat (7/12):
1. PT Jasa Marga Tbk () optimistis bisa menyelesaikan sejumlah proyek jalan tol menjelang akhir tahun. Jasa Marga juga menargetkan proyek jalan tol yang tergabung dalam Jaringan Jalan Tol Trans Jawa selesai konstruksi pada bulan November 2018 dan siap dioperasikan akhir tahun 2018. Tahun ini, Jasa Marga menargetkan pendapatan tol dan non tol bisa mencapai Rp 11,6 triliun. Artinya, target ini naik 30% dari realisasi tahun lalu. Jasa Marga mengantongi pendapatan tol dan usaha lainnya Rp 7,13 triliun pada kuartal III/2018 naik 5,13% dari posisi yang sama pada periode sebelumnya. Selanjutnya, pendapatan konstruksi tumbuh 24,34% secara tahunan pada kuartal III/2018. Dengan demikian, total pendapatan yang dikantongi Rp 27,38 triliun pada September 2018. Capaian tersebut tumbuh 18,69% dari periode yang sama tahun lalu.
2. PT Rimo International Tbk () dalam menggeber kinerja bisnisnya masih terkendala perizinan dari pemerintah. Perseroan mengungkapkan bahwa saat ini mereka masih terkendala dengan perizinan usaha untuk beberapa proyek di daerah-daerah. Saat ini, tengah menggarap proyek apartemen yang ada di Kuningan, Jakarta yang diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2019. pada akhir tahun 2018 menargetkan penjualan kotor sekitar Rp 450 miliar-Rp 500 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 150 miliar. Sekadar informasi, dalam sembilan bulan pertama tahun ini, meraup pendapatan bersih Rp 433,28 miliar tumbuh 125% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersih pada periode Januari-September 2018 mencapai Rp 116,72 miliar. Laba bersih ini turun tipis daripada periode yang sama tahun lalu di angka Rp 117,89 miliar.
3. PT Acset Indonusa Tbk () Target kontrak baru yang dipasang perusahaan naik 50% pada 2019 dari periode sebelumnya sejalan dengan adanya carry over dari target periode sebelumnya. Manajemen mengungkapkan perseroan mendapatkan tambahan kontrak baru Terrace Diamond Tower Project senilai Rp78,91 miliar pada November 2018. Dengan demikian, total kontrak baru yang dikantongi sepanjang Januari 2018-November 2018 senilai Rp1,02 triliun.
Perseroan menambahkan bahwa memang belum mencapai target kontrak baru yang dipasang tahun ini. Dengan perolehan sampai dengan November 2018, perseroan baru merealisasikan 10,2% dari target Rp10 triliun pada tahun ini. Pengumuman tender beberapa proyek yang diikuti mundur. Menurut manajemen, beberapa tender pekerjaan baru belum diumumkan pemenangnya oleh pemilik proyek.
4. PT Trimitra Propertindo Tbk () berhasil membukukan laba bersih Rp12,8 miliar per September 2018, tumbuh 169,50% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp4,76 miliar. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba tersebut diperoleh dari pendapatan senilai Rp32,26 miliar per September 2018, tumbuh 2% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp32,53 miliar. Kontributor terbesar pendapatan adalah penjualan apartemen Parkland Avenue dan dimulainya penjualan Canary. Menara apartemen Canary telah ground breaking, tetapi pemasaran sudah dimulai sejak pertengahan tahun ini. Pencapaian positif lainnya adalah pertumbuhan total aset. Pada akhir kuartal ketiga 2018, aset tumbuh menjadi Rp671 miliar, naik 65,10% dari Rp406 miliar yang tercatat pada akhir tahun 2017.
5. PT Pelita Samudera Shipping Tbk () menganggarkan belanja modal (capex) sebesar US$40 juta pada tahun depan. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan perseroan untuk belanja armada. Perseroan menjelaskan dari alokasi belanja modal tersebut, perseroan akan menggunakan 50%--60% di antaranya untuk belanja kapal induk atau Mother Vessel. Sebesar 30%--40% akan digunakan untuk belanja kapal Tug and Boat, sedangkan sisanya untuk perawatan. Perseroan memperkirakan harga satu unit kapal induk kelas Handymax berkisar US$9 juta--US$10 juta. Sejauh ini, perseroan telah memiliki kontrak pembelian untuk kapal induk tersebut denga harga US$10 juta. Jika kondisi bisnis tahun depan lebih baik, perseroan pun membuka opsi penambahan 1--2 kapal induk lagi. Selain itu, perseroan juga telah melakukan pemesanan 1 unit kapal tunda sehingga pada tahun depan perseroan akan memasukkan minimal dua armada baru.

Sumber : admin
1,615
-0.3 %
-5 %

2

BidLot

20

OffLot