Kilas Emiten: PGAS, ERAA, WIKA, ANTM, dan ACES
Wednesday, September 12, 2018       08:56 WIB

Ipotnews - Berikut kilas berita emiten yang menarik diperhatikan untuk memperkaya pertimbangan transaksi hari ini, Rabu (12/9):
1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk () membukukan laba bersih sebesar US$145,94 juta pada semester I/2018, melonjak 191,8% dibandingkan laba bersih yang diraup perseroan pada semester I/2017. Manajemen menyampaikan kenaikan laba bersih perseroan tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan baik dari sisi distribusi gas bumi, maupun dari penjualan minyak dan gas. membukukan pendapatan US$1,62 miliar selama semester I/2018, meningkat 14,95% dibandingkan pendapatan pad aperiode sama tahun sebelumnya. Hingga akhir Juni 2018, telah mendistribusikan gas bumi sebanyak 835,56 BBTUD atau meningkat 11,55% dibandingkan periode sama tahun lalu. sementara itu, PT Kalimantan Jawa Gas, entitas anak menyalurkan sebanyak 727,4 BBTUD.
2. PT Erajaya Swasembada Tbk () kenaikan tarif pajak penghasilan tak akan berdampak signifikan pada kinerja keuangannya. Apalagi, porsi impor barang oleh perusahaan itu, saat ini terbilang sangat minim. Perseroan mengungkapkan, sebagian besar produk yang dijual perusahaan itu dari lokal. Meskipun ada beberapa barang yang masih diimpor dari luar, namun dilihat dari sisi volume masih sangat kecil. Selain itu, wacana pemerintah untuk menerapkan bea impor dampaknya dirasa tidak akan signifikan terhadap kinerja keuangan emiten itu. Terlebih, ini hanya PPh yang sifatnya tidak final dan tidak dibebankan kepada konsumen langsung. Menurut perseroan akan lain cerita jika yang diterapkan pemerintah adalah kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), karena itu akan dilimpahkan langsung kepada konsumen. Sehingga, ketika terjadi kenaikan PPN yang berdampak pada kenaikan harga produk, maka kinerja keuangan perusahaan itu juga akan terimbas.
3. PT Wijaya Karya Tbk () bakal mengakuisisi PT Ingako Energy, perusahaan yang telah mendapatkan izin prinsip dan izin lokasi untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Air ( PLTA ) Peusangan-4 di Aceh. Tapi, tidak sendiri. Perusahaan asal Korea, Hyundai Engineering & Construction Co., LTD ( HDCE ) dan Korea South-East Power Corporation ( KOEN ) serta IGIS Asset Management bakal terlibat dalam akuisisi tersebut. Beroperasinya PLTA Peusangan nanti diharapkan dapat menjadi solusi terhadap keterbatasan sumber tenaga listrik dan meningkatkan stabilitas beban puncak listrik pada sistem kelistrikan Aceh-Sumatra Utara. Investasi pada PLTA -4 Peusangan akan menambah portofolio di bidang investasi pada sektor ketenagalistrikan. Saat ini, investasi pada sektor ketenagalistrikan telah diisi oleh PLTD Bali 50 MW, PLTG Borang 60 MW, PLTMG Rengat 20 MW, dan PLTMG Rawa Minyak 25 MW.
4. PT Aneka Tambang Tbk () optimistis kinerja sampai akhir tahun ini menorehkan rapor positif. Berdasarkan laporan keuangan semester I, perseroan meraup laba bersih Rp 344,45 miliar. Penjualan bersih Antam pada semester I-2018 tercatat Rp 11,82 triliun, meningkat 292% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 3,01 triliun. Kenaikan ini turut mendorong laba usaha menjadi Rp 1,03 triliun, naik 551% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 230 miliar. Manajemen menyebut pertumbuhan keuangan kinerja Antam positif terutama disebabkan dari kinerja produksi dan penjualan komoditas utama. Tak hanya itu, ada beberapa faktor lain yang membuat kinerja meningkat. Yaitu peningkatan penjualan emas seiring upaya peningkatan utilitas pengolahan pabrik pemurnian dan pengembangan pasar emas baik domestik dan ekspor. Selain itu, peningkatan efisiensi sehingga biaya tunai operasi Antam stabil.
5. PT Ace Hardware Indonesia Tbk () kebijakan pemerintah yang menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) impor yang naik dari 2,5% menjadi 10% tak membuat kinerja perusahaan terseret. Manajemen menyampaikan, bisnis tidak terdampak dengan tarif PPh impor. Sejak awal produk-produk sudah dikenakan PPh impor, jadi kenaikan PPh impor tidak berpengaruh signifikan bagi perusahaan sehingga tidak berpengaruh bagi ekspansi dan investasi ke depannya. Perseroan menambahkan, lantaran kenaikan PPh impor tak berpengaruh signifikan bagi , maka tidak ada perubahan proyeksi kinerja untuk tahun 2018 ini. Hingga akhir tahun ini menargetkan penjualan sebesar Rp 6,8 triliun atau naik 15% dari Rp 5,9 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, laba bersih diharapkan naik 16% menjadi Rp 900 miliar dari Rp 777,7 miliar pada akhir 2017.

Sumber : admin
1,840
6.7 %
115 %

70,411

BidLot

4,893

OffLot