Kilas Emiten: PTPP, KAEF, BPTR, MARK, dan IPCC
Tuesday, July 10, 2018       08:52 WIB

Ipotnews - Berikut kilas berita emiten yang menarik diperhatikan sebelum memulai transaksi pagi ini, Selasa (10/7):
1. PT Pembangunan Perumahan Tbk () dan entitas anak membukukan total nilai kontrak baru Rp13,88 triliun pada Mei 2018 atau setara dengan 28,26% dari target yang dipasang tahun ini. Perusahaan mendapatkan tambahan tiga kontrak baru pada Mei 2018. Adapun, proyek tersebut yakni RSUP Ambon senilai Rp116,57 miliar, Universitas Negeri Malang senilai Rp359,65 miliar, dan Dermaga Patimbang Subang senilai Rp1.027,60 miliar. Dengan tambahan tiga kontrak baru tersebut, membukukan nilai kontrak baru Rp10,45 triliun pada Mei 2018. Sementara itu, entitas anak menyumbangkan hasil pemasaran Rp3.428,34 miliar sampai dengan periode tersebut. Manajemen mengatakan kontrak baru yang dikantongi Rp12,85 triliun pada Mei 2017. Artinya, terjadi pertumbuhan sebesar 8,01% secara tahunan.
2. PT Kimia Farma Tbk () segera merealisasikan rencana ekspansi pendirian rumah sakit yang kini tengah memasuki tahap perizinan. Perseroan mengatakan menggunakan skema built operate and transfer atau bangun guna serah. Perusahaan berinvestasi lahan atau tanah yang dimiliki. Sementara itu mitra investor perseroan berinvestasi untuk bangunan.
Terkait rencana akuisisi rumah sakit, perseroan tengah memasuki tahapan kajian bisnis. Sebagai modal akuisisi, perusahaan telah mendapatkan dana segar melalui penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) pada Maret 2018. Dari situ, perseroan mengantongi Rp600 miliar. Manajemen mengatakan sejauh ini dana yang didapat baru digunakan untuk keperluan ekspansi organik seperti pembangunan pabrik. Sisanya, akan digunakan sebagai modal untuk keperluan akuisisi.
3. PT Batavia Prosperindo Trans Tbk () kinerja perusahaan pada tahun ini diyakini kian positif, terutama didorong pembangunan infrastruktur dan arus deras belanja daring (e-commerce) masyarakat yang membutuhkan dukungan logistik. Perseroan menyampaikan dengan banyaknya pembangunan proyek infrastruktur, perusahana-perusahaan lebih memilih menggunakan jasa sewa kendaraan untuk pengerjaan proyek, dibandingkan membeli aset sendiri. Sejauh ini perusahaan fokus untuk penambahan armada yang ditargetkan mencapai 2.500 unit per akhir 2018 dari 1.300 unit per akhir 2017. Meski bergerak di bidang penyewaan kendaraan dan logistik, perseroan tidak memiliki aset pergudangan. Dengan pertumbuhan ekonomi yang baik, Perseroan menyebut pertumbuhan armada mencapai 125% per tahun.
4. PT Mark Dynamics Indonesia Tbk () membangun pabrik produk sanitasi terus bergulir. Perusahaan ini telah menyelesaikan proses pembelian tanah seluas 10 hektare (ha) di Tanjung Morawa, Sumatra Utara, yang akan digunakan sebagai lokasi pabrik. Berdasarkan rancang bangun, pabrik produk sanitasi itu bakal memiliki kapasitas terpasang 80.000 unit produk sanitasi per bulan. Pengembangannya akan berlangsung secara bertahap. Perusahaan menyediakan dana investasi senilai Rp 150 miliar. Target perusahaan adalah segmen pasar menengah ke bawah di dalam negeri. Target segmen tersebut sejalan dengan pertumbuhan pasar properti di segmen yang sama. Untuk mendukung produksi aneka produk sanitasi dengan harga jual kompetitif, perusahaan siap menyematkan mesin berteknologi tinggi dari luar negeri. Manajemen berharap otomatisasi produksi bisa menciptakan proses produksi yang efisien.
5. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk () tengah mengincar salah satu proyek strategis pemerintah, Pelabuhan Patimban. Terlebih, merupakan anak usaha operator pelabuhan pelat merah, Pelindo II. Pelabuhan Patimban merupakan proyek konsorsium antara investor Indonesia dan Jepang. Komposisi kepemilikan saham proyek dengan nilai sekitar Rp 6,5 triliun itu sebesar 51% untuk investor lokal dan 49% untuk investor Jepang. Lokasi Pelabuhan Patimban terbilang strategis. Ada banyak pabrik perusahaan manufaktur, seperti Astra, Honda, Mitsubishi, Hino dan Nissan, yang mengelilingi lokasi pelabuhan tersebut. Karena itu, perusahaan juga mengincar posisi sebagai operator di pelabuhan tersebut. Pemerintah hingga saat ini belum menentukan siapa yang bakal menjadi operator di Pelabuhan Patimban.

Sumber : admin
1,580
-0.3 %
-5 %

98

BidLot

71

OffLot