Kilas Emiten: SMBR, TBIG, BMRI, dan SRIL
Friday, February 08, 2019       10:10 WIB

Ipotnews - Kilas berita emiten berikut layak diperhatikan untuk memperkaya referensi perdagangan akhir pekan ini, Jumat (8/2):
1. PT Semen Baturaja Tbk () berupaya meningkatkan kinerja dengan menyiapkan sejumlah ekspansi pada tahun 2019. Manajemen mengatakan, bahwa pihaknya menyiapkan belanja modal sebesar Rp 800 miliar yang bersumber dari pendanaan internal dan pinjaman perbankan. Sebesar 80% dari belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk pengembangan perusahaan, sedangkan sisa 20% merupakan belanja rutin untuk menunjang kegiatan operasional perusahaan. Perseroan pun optimistis membukukan peningkatan kinerja baik dari sisi operasional maupun keuangan. Hal ini bercermin dari kinerja operasional dan keuangan pada tahun 2018 yang mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun total produksi semen perseroan pada tahun 2018 sebesar 2,25 juta ton atau meningkat 27% dari tahun sebelumnya sebesar 1,78 juta ton.
2. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk () resmi menguasai 50,43% saham . Proses pengambilalihan melalui proses penawaran tender wajib. Sebagaimana diketahui, melalui tender offer wajib, membeli saham sebesar 51,94 juta saham atau 9,44% dari total modal disetor . Periode penawaran tender wajib pun sejak 21 Desember 2018 hingga 21 Januari 2019. Selama proses tersebut, perseroan hanya membeli 0,31% atau sekitar 1,69 juta saham yang ditempatkan dan disetor. Dengan begitu, komposisi pengendali saham saat ini berubah. menjadi pengendali mayoritas dengan total kepemilikan saham 50,43% atau sebanyak 277,34 juta. Selanjutnya, sebanyak 198,39 juta saham atau 36,07% dimiliki Rudolf Parningotan Nainggolan yang juga direktur utama . Selain itu, 7,22% atau 39,71 juta dimiliki PT Gihon Nusantara Tujuh, 1,66% atau 9,15 juta milik Ir Felix Ariodamar. Sedangkan sisa saham lainnya yakni 4,26% atau sekitar 23,41 juta saham dimiliki masyarakat dengan kepemilikan kurang dari 5%.
3. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk () ikut serta dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan tol. Manajemen mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur melalui pemberian kredit. Sepanjang 2018, perseroan telah menyalurkan kredit sebesar Rp15,9 triliun untuk pembangunan jalan tol. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp8,4 triliun. Dari penyaluran kredit tersebut penyaluran kredit terbesar adalah untuk pembangunan ruas tol di Trans Jawa, adapun besarannya sekitar 60-70%. Sementara sisanya adalah ruas tol Trans Sumatera dan hingga tol di Kalimantan seperti Balikpapan- Samarinda. Selain proyek jalan tol, perseroan juga ikut memberikan kredit infrastruktur lainnya, seperti pembiayaan di sektor transportasi, energi dan energi baru terbarukan, ketenagalistrikan, hingga perumahan.
4. PT Sri Rejeki Isman Tbk () menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) di tahun 2019 mencapai USD40 juta. Adapun mayoritas capex akan digunakan untuk biaya pemeliharaan reguler perseroan. Sepanjang tahun 2018, pertumbuhan kinerja perseroan sudah melebihi ekspektasi yakni sekitar 35%. Salah satu faktor kinerja yang tumbuh signifikan ini adalah pertumbuhan anorganik melalui akuisisi dua perusahaan di tahun 2018. Sebelumnya perseroan mengakuisisi dua perusahaan tekstil, yakni PT Primayudha Mandirijaya dan PT Bitratex Industries Pte Ltd. Nilai akuisisi kedua perusahaan tersebut mencapai USD85 juta. Dari sisi bisnis, percepatan pertumbuhan dengan akuisisi memiliki banyak nilai tambah seperti pasar yang sudah terbentuk. Dengan adanya akuisisi tersebut, kapasitas pabrik untuk spinning bertambah 200.000 sampai 300.000 spindle per tahun menjadi 1,1 juta spindle per tahun. Kapasitas alias utilisasi pabrik perseroan untuk produk spinning dan garmen sudah mencapai 90%, sedangkan untuk produk kain mentah dan kain jadi masih di bawah 90%.

Sumber : admin
1,225
0.0 %
0 %

1

BidLot

1

OffLot