Kilas Emiten: UNTR, ADRO, PTBA, dan PGAS
Friday, August 24, 2018       08:30 WIB

Ipotnews - Berikut kilas emiten yang bisa menjadi tambahan informasi menjelang transaksi akhir pekan ini, Jumat (24/8)
1. PT United Tractors Tbk () membukukan penjualan alat berat sejumlah 2.876 unit pada periode Januari--Juli 2018. Volume itu mencakup 63,91% dari target sepanjang tahun sejumlah 4.500 unit. Pasar di sektor tambang mendominasi penyerapan sebesar 55%, kemudian konstruksi 21%, perkebunan 15% dan kehutanan 9%. Moncernya penjualan di sektor tambang didukung harga batu bara yang bergerak positif. Perseroan menyampaikan, faktor pendukung penjualan alat berat didominasi sektor tambang karena harga batu bara yang positif. Untuk memacu penjualan dalam bisnis alat berat, perusahaan memastikan layanan purna jual untuk menopang kinerja konsumen. Tahun ini, membidik penjualan alat berat sejumlah 4.500 unit, tumbuh 18,79% yoy dari realisasi 2017 sebanyak 3.788 unit. Artinya, raihan pada 7 bulan pertama 2018 mencapai 63,91% dari target setahun penuh.
2. PT Adaro Energy Tbk () membukukan laba bersih US$195,38 juta pada semester I/2018. Nilai itu turun 12,14% year-on-year (yoy) akibat peningkatan beban pokok dan biaya keuangan. mencatatkan pendapatan usaha sejumlah US$1,61 miliar. Nilai itu naik 3,94% yoy dari sebelumnya US$1,55 miliar. Manajemen menyampaikan, pertumbuhan pendapatan didukung kenanaikan harga jual batu bara perseroan sekitar 9% yoy. Peningkatan ini mengikuti pergerakan harga global Newcastle. Dari sisi operasional, volume produksi pada semester I/2018 turun 4% yoy menjadi 24,06 juta ton, sedangkan penjualan melesu 6% yoy menuju 23,80 juta ton. Melambatnya kinerja disebabkan faktor cuaca yang cenderung basah. Perseroan menyebutkan, laba inti perusahaan turun 10% yoy menjadi US$269 juta karena kenaikan beban pokok pendapatan dan biaya keuangan dari peningkatan LIBOR. Laba inti ialah laba yang tidak mencakup komponen operasional setelah pajak.
3. PT Bukit Asam Tbk () mulai melakukan penjualan produk premium dengan kalori 6.100--6.700 Kcal/kg pada bulan ini. Manajemen mengungkapkan, pada bulan ini perusahaan sudah melakukan pengiriman perdana produk batu bara berkalori tinggi sejumlah 225.000 ton. Perinciannya, ke pasar Taiwan 150.000 ton, dan Jepang 75.000 ton. perusahaan mencari peluang melalui produk premium untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memacu ekspor.
Sampai akhir tahun, penjualan batu bara berkalori tinggi diharapkan mencapai kisaran 1 juta ton. Strategi ini diharapkan turut menjaga kinerja keuangan perusahaan yang bertumbuh stabil. Pada semester I/2018 perusahaan membukukan laba bersih Rp2,57 triliun. Nilai itu naik 49,44% year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp1,72 triliun.
4. PT Perusahaan Gas Negara Tbk () membukukan laba bersih senilai US$145,94 juta atau sekitar Rp2,1 triliun. Nilai itu melonjak 190,22% year-on-year (yoy) dari sebelumnya US$50,29 juta. atau PGN membukukan pendapatan US$1,62 miliar. Pencapaian itu meningkat 14,95% yoy dari sebelumnya US$1,41 miliar. Manajemen menuturkan, pendapatan terutama disumbang bisnis distribusi gas sebesar US$1,27 miliar, naik dari US$1,16 miliar pada semester I/2017. Selanjutnya, penjualan minyak dan gas (migas) berkontribusi US$307,77 juta, meningkat dari sebelumnya US$ 212,23 juta. Perseroan menambahkan, PGN memiliki beragam segmen pelanggan mulai dari industri, komersial, Stasiun Pengisian Bahan Bakar ( SPBB ), hingga rumah tangga. Jumlah konsumen gas bumi naik 16,96% yoy per Juni 2018 menjadi 203.151 pelanggan dari sebelumnya 173.681 pelanggan. Sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Oleh karena itu, perusahaan berkomitmen mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatannya bagi masyarakat.

Sumber : admin
1,880
4.2 %
75 %

4,849

BidLot

13,757

OffLot