Kilas Emiten: UNTR, JSMR, ISAT, AKRA, dan IKAI
Friday, August 10, 2018       08:53 WIB

Ipotnews - Berikut kilas emiten yang menarik diperhatikan untuk menambah informasi sebelum memulai transaksi hari ini, Jumat (10/8):
1. PT United Tractors Tbk () akan mengakuisisi 95% saham PT Agincourt Resources, pemilik tambang emas Martabe di Sumatra Utara. Akuisisi itu dilakukan melalui anak usaha , PT Danusa Tambang Nusantara. Nilai transaksi tersebut mencapai US$ 917,9 juta, yang dihitung berdasarkan nilai perusahaan alias enterprise value sebesar US$ 1,2 miliar.
Manajemen mengatakan, akuisisi ini merupakan upaya diversifikasi ke bisnis pertambangan lainnya, di luar batubara. Dana akuisisi akan dirogoh dari kocek internal dan pinjaman bank. Transaksi ini berpotensi meningkatkan jumlah aset sebesar 5% dari sebelumnya Rp 84 triliun per Maret 2018, jadi Rp 88,66 triliun.
2. PT Jasa Marga Tbk () optimistis bisa mencapai target operasional tol sepanjang sekitar 1.000 kilometer (km) hingga akhir tahun ini. Namun syaratnya, proyek Trans Jawa bisa segera rampung. Hingga saat ini, panjang tol milik yang sudah beroperasi mencapai 787 km. Sebagai informasi, saat ini menguasai konsesi atau hak kelola tol dengan panjang mencapai 1.527 km. Perseroan menjelaskan, saat ini ada empat proyek Trans Jawa Jasa Marga yang belum selesai. Di antaranya adalah ruas tol Batang- Semarang, ruas Salatiga-Kartasura, ruas Wilangan-Kertosono dan sesi 3 tol Gempol-Pasuruan. Selain itu, juga berharap operasional Trans Jawa nantinya hanya ditangani oleh . Ini demi kepentingan efektifitas pengoperasian Trans Jawa.
3. PT Indosat Tbk () membukukan kerugian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp693,7 miliar pada semester I/2018, dari posisi laba senilai Rp784,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan laba menjadi rugi disebabkan adanya penurunan pendapatan operasional. Pendapatan emiten bersandi saham tercatat senilai Rp11,06 triliun pada semester I/2018, turun 26,8% atau setara Rp4,04 triliun dari semester I/2017. Manajemen menilai, aturan baru yang mewajibkan registrasi kartu perdana yang berdampak di kuartal I/2018 serta perubahan GTM strategy dari push menjadi pull juga terus berdampak pada performansi kami dengan penurunan 22% basis pelanggan pada semester I/2018. menilai, kondisi ini mempersulit pertumbuhan pendapatan. Akibatnya, EBITDA mengalami penurunan 47,5% menjadi Rp 3,5 triliun pada pada semester I/2018.
4. PT AKR Corporindo Tbk () menargetkan distribusi bahan bakar minyak atau BBM pada 2018 tumbuh 10% menjadi 2,2 juta kilo liter (kl). Perseroan menyampaikan, pemasukan perseroan masih didominasi oleh segmen distribusi BBM. Pada semester I/2018, volume penyaluran sudah mencapai 1,1 juta kl. Dalam laporan keuangan per Juni 2018, tertulis membukukan pendapatan Rp11,21 triliun. Nilai itu menanjak 21,63% year-on-year (yoy) dari sebelumnya Rp9,22 triliun. Manajemen menambahkan, 90% distribusi BBM dilakukan kepada segmen industri, sedangkan ritel melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU ) hanya 10%. Namun, kontribusi ritel dapat meningkat seiring dengan kerja sama perseroan dengan British Petroleum (BP) Global. Pada kuartal IV/2018, joint venture (JV) keduanya, yakni PT Dirgantara Petroindo Raya akan membuka beberapa outlet pertama di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Pada saat ini perusahaan masih melakukan tahap pembangunan.
5. PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk () berencana mengakuisisi PT Hotel Properti Internasional (HPI). Adapun tujuan transaksi yakni untuk menambah pendapatan dari sektor perhotelan. Dengan akuisisi ini, ke depannya berencana untuk mengembangkan daerah-daerah berpotensi tinggi dalam rangka turut serta memajukan iklim pariwisata Indonesia sekaligus menambahkan portofolio usaha perseroan. Perseroan menilai, aksi akusisi ini akan meningkatkan efisiensi biaya operasi bisnis dan properti perseroan. Dengan demikian, portofolio hotel Perseroan dapat menggunakan prosedur dan optimalisasi praktik terbaik dari sinergi perseroan dan HPI. HPI merupakan perusahaan properti yang fokus pada pengembangan properti, hotel dan bisnis wisata. Di bisnis manajemen hotel, HPI mengelola sejumlah hotel di kota Bogor, BSD City, dan Cikampek. Salah satunya, Salak Tower Hotel.

Sumber : admin
3,590
0.6 %
20 %

1,779

BidLot

150

OffLot