Kinerja Awal 2019 Tumbuh, AGRO Siap Rights Issue Semester Pertama
Monday, April 15, 2019       14:04 WIB

Ipotnews - PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk () mengaku, perseroan sedang melakukan proses audit Laporan Keuangan Kuartal I-2019 sebelum melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (rights issue) senilai Rp700 miliar pada semester pertama tahun ini.
"Awal semester kedua tahun ini, kami meyakini bisa melakukan rights issue. Kami memakai laporan Kuartal I-2019 yang masih di-audit," kata Direktur Utama , Agus Noorsanto di sela-sela acara "Perjanjian Kerjasama Pembayaran Manfaat Pensiun Melalui Jasa Payroll antar Dapenbun" di Jakarta, Senin (15/4).
Sebelumnya, Agus mengungkapkan, RUPST yang dilaksanakan pada 28 Maret 2019 telah menyetujui rencana perseroan yang akan menerbitkan saham baru melalui PM-HMETD sekitar Rp600 miliar-Rp700 miliar.
Lebih lanjut dia memperkirakan, kinerja keuangan pada kuartal pertama tahun ini mencatatkan pertumbuhan positif. "Prognosa kami, pertumbuhan kredit perseroan di Kuartal I-2019 bertumbuh di atas 30 persen (year-on-year)," ujar Agus.
Pada kesempatan yang sama, Agus mengatakan, kerjasama antara dan Dana Pensiun Perkebunan (Dapenbun) sebagai respons terhadap ketatnya persaingan di industri perbankan. Sementara itu, lanjut dia, bank dituntut untuk meningkatkan portofolio bisnis.
"Kerjasama ini sebagai bentuk sinergi bisnis antara BRI Agro dan Dapenbun, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat positif dan keuntungan bagi kedua belah pihak," imbuhnya.
Dia menyebutkan, kerjasama tersebut diharapkan bisa meningkatkan jumlah pemilik rekening tabungan (NOA) , karena Dapenbun memiliki jumlah peserta pensiun mencapai 300 ribu orang. "Sehingga, bisa meningkatkan rasio dan DPK (dana pihak ketiga)," ucap Agus.
Agus mengaku, pada tahun ini juga menargetkan pertumbuhan DPK sebesar 30 persen (year-on-year). Per akhir 2018, menghimpun DPK sebesar Rp18,06 triliun dan menyalurkan kredit Rp15,67 triliun.
(Budi)

Sumber : admin
330
0.0 %
0 %

114

BidLot

531

OffLot