Kinerja CTRA Solid, Rating Buy Tak Goyang
Tuesday, April 02, 2019       07:45 WIB

Ipotnews - Naik 33 persen secara tahunan (YoY), laba bersih PT Ciputra Development Tbk () periode tahun 2018 (FY18) menjadi Rp1,18 triliun. Pencapaian laba ini melampuai ekspektasi.
Walaupun financing cost naik 33 persen (YoY) sebesar Rp732 miliar, namun perseroan juga menorehkan perbaikan marjin di semua lini karena sukses menekan beban pokok penjualan ( COGS ) yang hanya tumbuh 17 persen (vs revenue +19 persen YoY). Selain itu juga mampu menekan beban lain-lain sebesar Rp271 miliar atau turun 14 persen (YoY).
Sedangkan secara triwulanan (QoQ), membukukan laba bersih Rp606 miliar pada 4Q18 atau naik 50 persen (QoQ) dan naik 85 persen (YoY) jika dibandingkan dengan periode triwulan yang sama tahun lalu. Kinerja triwulan ini juga yang terbaik, yang belum terlihat sebelumnya.
Tim Analis Indo Premier yakin kinerja triwulanan yang kuat terutama ditopang oleh pengakuan dari proyek dengan marjin tinggi seperti Citraland Surabaya.
Proyek Baru
Diproyeksikan marketing sales akan mencapai Rp6 triliun pada FY19F atau turun 5 persen (YoY).
Perseroan berencana meluncukan 3 proyek baru yang diperkirakan pada semester kedua 2019 (2H19) yaitu:
-Perumahan di Puri
-Apartemen di Ciracas
-Township di Sentul (kerja sama dengan Cendana Family)
Pada 2019, mempromosikan strategi baru dengan fokus pada keterjangkauan disertai semua proyek menyasar target end user customer dengan rentang harga Rp320 juta hingga Rp2 miliar.
Tiga proyek baru tersebut berlokasi di sekitar 5 menit dekat stasiun LRT.
Rumah Subsidi
Diperkirakan proyek Ciputra Maja akan mengulang sukses tahun 2018 dengan marketing sales sebesar Rp1 triliun pada FY19F atau naik 11 persen (Yoy).
Seiring rencana pemerintah menaikkan batas gaji dan skema harga subsidi per unit rumah, Maja menggenggam potensi sangat besar karena hanya township tersebut yang dapat menangkap rencana pemerintah.
Pemerintah berencana menaikkan batas gaji dalam skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaaan Perumahan ( FLPP ) menjadi Rp7 juta hingga Rp8 juta per bulan dari sebelumnya Rp4 juta.
Selain itu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR ) juga berencana untuk menaikkan batas harga unit rumah FLPP menjadi Rp280 juta dari sebelumnya Rp205 juta. Hal ini akan membuat perumahan di Citra Maja (harga rata-rata Rp245 juta) memenuhi syarat program tersebut.
Valuasi
Mengingat kinerja FY18 yang lebih kuat dari ekspektasi, Indo Premier menaikkan proyeksi laba pada FY19F/20F naik 4%/5% seiring target marketing sales Rp6 triliun (2019) dan Rp6,7 triliun (2020) dari sebelumnya Rp5,7 triliun dan Rp6,5 triliun.
Indo Premier mempertahankan rekomendasi Buy saham dengan target price (TP) Rp1.400 per saham karena tetap salah satu dari 4 saham pilihan di sektor properti residensial mengingat neraca keuangannya yang sehat serta portofolionya terdiversifikasi di 33 lokasi di seluruh Indonesia.
Saham saat ini ditransaksikan diskon 73 persen terhadap estimas RNAV atau P/E pada 2019 sebesar 18,4 kali.
(Riset Indo Premier Sekuritas)

Year To 31 Dec

2017A

2018A

2019F

2020F

2021F

Revenue (RpBn)

6,443

7,670

7,167

7,513

8,363

EBITDA (RpBn)

1,378

1,862

1,698

1,745

2,006

EBITDA Growth (%)

(17.2)

35.1

(8.8)

2.8

15.0

Net Profit (RpBn)

889

1,180

1,097

1,171

1,342

EPS (Rp)

48

64

59

63

72

EPS Growth (%)

3.1

32.8

(7.0)

6.7

14.6

Net Gearing (%)

28.2

31.3

26.6

25.0

25.2

PER (x)

22.7

17.1

18.4

17.2

15.0

PBV (x)

1.3

1.2

1.1

1.1

1.0

Dividend Yield (%)

0.4

0.9

0.9

0.8

0.9

EV/EBITDA (x)

12.2

9.8

10.3

10.1

9.1

 Source: , Indo Premier ; share price closing as of : 1 April 2019 

Sumber : admin
1,095
-0.9 %
-10 %

1,107

BidLot

723

OffLot