Kinerja DKFT Melaju di Tahun 2025, Laba Bersih Tembus Rp574 Miliar
Monday, March 16, 2026       17:10 WIB
  • Pendapatan naik 7,87% yoy, ditopang lonjakan penjualan nikel.
  • Laba bersih melesat 38,44% yoy, efisiensi operasional jadi kunci.
  • Aset dan ekuitas tumbuh kuat, kas naik hampir 40%.

Ipotnews - Sepanjang tahun 2025, PT Central Omega Resources Tbk () mencatat kinerja keuangan yang solid dengan pertumbuhan positif di hampir semua lini utama dibandingkan tahun 2024 (year on year/ yoy).
Di tahun 2025, perusahaan berhasil membukukan pendapatan Rp1,58 triliun. Capaian ini meningkat 7,87 persen yoy dari Rp1,46 triliun pada tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama ditopang oleh penjualan bijih nikel yang naik 16,60 persen menjadi 3,03 juta ton dari 2,59 juta ton pada 2024.
Efisiensi operasional juga tercermin dari beban pokok penjualan yang justru turun 4,48 persen yoy menjadi Rp792,58 miliar dari Rp829,79 miliar. Dengan demikian, laba kotor melonjak 24,11 persen yoy menjadi Rp783,59 miliar dibanding Rp631,39 miliar pada 2024.
Beban umum dan administrasi berhasil ditekan 8,84 persen yoy menjadi Rp233,58 miliar dari Rp256,25 miliar, sehingga laba usaha meningkat tajam 46,61 persen yoy menjadi Rp550 miliar dari Rp375,15 miliar.
Meski penghasilan lain-lain turun 29,09 persen yoy menjadi Rp98,33 miliar dari Rp138,68 miliar, namun laba sebelum pajak tetap naik 26,18 persen yoy menjadi Rp648,34 miliar.
Beban pajak berkurang signifikan 26,31 persen yoy menjadi Rp75,07 miliar dari Rp101,87 miliar, sehingga laba tahun berjalan melonjak 39,16 persen menjadi Rp573,27 miliar dari Rp411,95 miliar.
Akhirnya, laba bersih perusahaan tercatat Rp574,39 miliar, naik 38,44 persen dari Rp414,90 miliar tahun sebelumnya.
Dari sisi profitabilitas, EBITDA meningkat 37,07 persen yoy menjadi Rp769,61 miliar dari Rp561,48 miliar, menegaskan kekuatan operasional perusahaan. Laba per saham juga naik 56,63 persen yoy menjadi Rp104,02 dari Rp66,41 per lembar.
Posisi keuangan perusahaan semakin kokoh. Total aset per 31 Desember 2025 mencapai Rp3,09 triliun, naik 21,58 persen yoy dari Rp2,54 triliun pada 2024.
Sedangkan untuk kas dan setara kas meningkat 39,78 persen yoy menjadi Rp723,90 miliar dari Rp517,87 miliar. Total ekuitas melonjak 45,01 persen yoy menjadi Rp1,23 triliun dari Rp847,32 miliar, sementara liabilitas hanya naik moderat 9,85 persen yoy menjadi Rp1,86 triliun dari Rp1,69 triliun.
Direktur Perseroan, Feni Silviani Budiman menegaskan bahwa pencapaian kinerja perusahaan yang solid tersebut merupakan hasil sinergi antara penetrasi pasar yang agresif dan efisiensi operasional yang ketat. Strategi ini terbukti efektif dalam mengoptimalkan profitabilitas serta memberikan
nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
"Kami berkomitmen penuh untuk menjaga momentum pertumbuhan ini di masa depan," kata Feni dalam keterangan persnya, Senin (16/3).
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin