Kinerja TKIM, INKP, DMAS, Hingga INCO Menguat, Sektor Riil Makin Solid
Monday, August 10, 2026       11:14 WIB
  • dan membukukan lonjakan laba bersih masing-masing 166,83% dan 127,45% YoY pada semester I 2026, didukung pertumbuhan penjualan dan perbaikan efisiensi.
  • , , dan mencatat pertumbuhan kinerja kuat seiring tingginya permintaan kawasan industri dari sektor pusat data, kendaraan listrik, logistik, dan manufaktur.
  • membukukan laba bersih USD104,4 juta atau melonjak 313,4% YoY, ditopang kenaikan volume penjualan nikel dan efisiensi biaya, yang memperkuat prospek sektor riil pada semester II 2026.

Ipotnews - Sejumlah emiten sektor industri mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat pada semester I 2026, didukung peningkatan permintaan, ekspansi kawasan industri, serta perbaikan efisiensi operasional.
Kondisi tersebut menunjukkan aktivitas sektor riil masih cukup solid dan berpotensi menopang pertumbuhan ekonomi hingga paruh kedua tahun ini.
Mengutip laporan Office of Chief Economist Bank Mandiri dalam Daily Economic and Market Review yang diterbitkan Senin (10/8) melalui situs resmi perseroan, PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk () membukukan laba bersih USD262,49 juta pada semester I 2026, meningkat 166,83% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan laba tersebut didukung kenaikan penjualan bersih sebesar 7,79% YoY menjadi USD528,55 juta.
Pada periode yang sama, PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk () mencatat laba bersih USD372,33 juta atau meningkat 127,45% YoY. Penjualan tumbuh 8,74% YoY menjadi sekitar USD1,7 miliar.
Prospek industri pulp dan kertas dinilai masih positif seiring pemulihan permintaan global, perbaikan harga pulp, efisiensi biaya energi, serta pergeseran bauran produk ke segmen dengan margin yang lebih tinggi. Namun demikian, sektor tersebut masih menghadapi risiko perlambatan ekonomi dan peningkatan kapasitas produksi global.
Sementara itu, sektor kawasan industri juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat. PT Puradelta Lestari Tbk () membukukan pendapatan Rp1,80 triliun pada semester I 2026, meningkat 47,7% YoY. Laba bersih perseroan melonjak 175,34% YoY menjadi Rp1,19 triliun.
PT Surya Semesta Internusa Tbk () mencatat pendapatan Rp262,6 miliar atau tumbuh 58,4% YoY, dengan laba bersih mencapai Rp62,3 miliar. Adapun PT AKR Corporindo Tbk () membukukan pendapatan Rp29,3 triliun, meningkat 53,06% YoY, sedangkan laba bersih tumbuh 21% YoY menjadi Rp1,4 triliun.
Pertumbuhan tersebut ditopang kuatnya permintaan lahan kawasan industri dari sektor pusat data, kendaraan listrik, logistik, dan manufaktur. Pipeline permintaan yang masih kuat membuat prospek kawasan industri diperkirakan tetap solid hingga paruh kedua 2026.
Di sektor pertambangan, PT Vale Indonesia Tbk () juga mencatatkan kinerja positif. Laba bersih perseroan pada semester I 2026 mencapai US$104,4 juta, melonjak 313,4% YoY.
Pertumbuhan tersebut didukung peningkatan volume penjualan bijih nikel yang hampir dua kali lipat menjadi 2,5 juta wet metric ton (wmt). Dari sisi biaya, efisiensi bahan bakar turut menopang margin, dengan biaya tunai nickel matte turun 3,6% secara kuartalan pada kuartal II 2026 meski harga high sulfur fuel oil ( HSFO ) meningkat.
Penguatan dolar AS terhadap rupiah juga menjadi sentimen positif bagi karena mayoritas penjualan perseroan menggunakan valuta asing.
Rangkaian perkembangan tersebut mencerminkan masih berjalannya aktivitas ekonomi di berbagai sektor produktif, mulai dari manufaktur, kawasan industri, pertambangan hingga pembangunan di daerah. Kondisi ini berpotensi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II 2026, meski pelaku usaha tetap perlu mencermati risiko perlambatan ekonomi global dan dinamika harga komoditas.
(Adhitya/AI)

Sumber : admin