Klaim Pengangguran Mingguan Amerika Melesat, Greenback Terjerembab
Friday, April 09, 2021       04:03 WIB

Ipotnews - Dolar merosot ke level terendah dua pekan terhadap sekeranjang mata uang, Kamis, mengikuti pelemahan  yield  US Treasury, setelah data menunjukkan kenaikan mengejutkan dalam klaim pengangguran mingguan Amerika Serikat.
Kendati kenaikan itu kemungkinan mengecilkan kondisi pasar tenaga kerja yang membaik dengan cepat karena lebih banyak bagian dari ekonomi Amerika dibuka kembali dan stimulus fiskal mulai dikucurkan, itu cukup buruk untuk memukul  greenback. 
Indeks Dolar (Indeks DXY) yang mengukur  greenback  terhadap sekeranjang enam mata uang turun 0,35% menjadi 92,091, tingkat terendah sejak 23 Maret, demikian laporan  Reuters  dan  Xinhua,  di New York, Kamis (8/4) atau Jumat (9/4) pagi WIB.
Data Kamis mengikuti rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Maret, yang menunjukkan pejabat bank sentral tetap berhati-hati tentang risiko pandemi - bahkan ketika pemulihan Amerika mendapatkan dorongan di tengah stimulus besar-besaran - dan berkomitmen untuk memberikan dukungan kebijakan moneter.
"Dengan pasar tenaga kerja bergerak ke arah yang salah, itu menggarisbawahi risalah The Fed pekan ini yang menekankan bagaimana ekonomi jauh dari apa yang dianggap The Fed cukup sehat," ujar Joe Manimbo, analis Western Union Business Solutions di Washington.
"Data yang memperkuat sikap  dovish  The Fed kemungkinan akan menjaga imbal hasil US Treasury dan dolar tertahan," katanya.
Kamis, Chairman Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bank sentral tidak akan mengurangi dukungannya bagi ekonomi Amerika, mencatat bahwa ekspektasi kenaikan harga tahun ini kemungkinan bersifat sementara, dan memperingatkan lonjakan kasus Covid-19 dapat memperlambat pemulihan.
Imbal hasil US Treasury 10-tahun berada di kisaran 1,632% pada sesi Kamis, setelah turun di bawah 1,63% tadi malam. Imbal hasil acuan itu mencapai 1,776% akhir bulan lalu, level tertinggi dalam lebih dari setahun.
Mata uang Amerika itu--yang terapresiasi tahun ini, sebagian dibantu oleh reli imbal hasil US Treasury-- berada di bawah tekanan dalam beberapa sesi terakhir karena  yield  berbalik melemah.
Dengan imbal hasil US Treasury mengurangi daya tarik relatif  greenback,  yen melejit ke level tertinggi dua pekan terhadap dolar AS.
Poundsterling stabil terhadap dolar untuk diperdagangkan hampir datar pada hari itu, menahan kejatuhan baru-baru ini setelah serangan aksi ambil untung, dengan pedagang optimistis tentang prospek jangka pendeknya setelah awal yang kuat untuk tahun ini.
Dengan data klaim pengangguran yang membebani  greenback,  dolar Kanada naik tipis, pulih dari level terendah satu minggu.
Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1915 dari USD1,1866 di sesi sebelumnya, dan pound stabil di USD1,3735. Dolar Australia menguat jadi USD0,7650 dari USD0,7604.
Dolar AS dibeli 109,25 yen, lebih rendah dari 109,80 yen di sesi sebelumnya. Sementara,  greenback  turun ke posisi 0,9238 franc Swiss dari 0,9298 franc Swiss, dan melemah jadi 1,2567 dolar Kanada dari 1,2625 dolar Kanada. (ef)

Sumber : Admin

berita terbaru