Kuartal III, BTN (BBTN) Cetak Laba Rp 2,31 Triliun
Tuesday, November 28, 2023       08:46 WIB

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk () mengantongi laba bersih Rp 2,31 triliun naik 1,67% secara year on year (yoy) per kuartal III-2023 atau sesuai target perseroan. Pencapaian tersebut utamanya didorong dari laba Unit Usaha Syariah BTN (BTN Syariah) yang melesat 70,4% (yoy).
BTN Syariah menjadi motor penggerak kinerja BTN secara keseluruhan, di mana laba UUS mencapai Rp 400,89 miliar per kuartal III-2023. Selain disumbang bisnis syariah, perolehan laba bersih BTN juga ditopang bisnis perseroan yang positif mulai dari kredit pemilikan rumah (KPR), high yield loan , hingga lonjakan fee based income. 
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu menuturkan hingga akhir tahun, perseroan optimistis akan mencatatkan kinerja sesuai target. "Mulai bergairahnya sektor perumahan dan insentif pemerintah akan semakin mendorong bisnis pembiayaan sektor perumahan tumbuh positif hingga 2024. Momentum tersebut terus kami manfaatkan dengan berbagai inisiatif bisnis yang terus kami lakukan," ujar Nixon dalam keterangannya, Senin (27/11/2023).
Bank dengan sandi saham inimencatatkan total kredit dan pembiayaan senilai Rp 318,30 triliun, naik 9,87% (yoy). Peningkatan tersebut didorong pertumbuhan KPR Subsidi yang tumbuh 11,87% (yoy) menjadi Rp 157,71 triliun pada kuartal III-2023.
Segmen high yield loan juga menunjukkan kinerja moncer. Kredit Ringan (Kring) untuk pegawai naik 17,59% (yoy) menjadi Rp 4,32 triliun. Sementara, Kredit Agunan Rumah (KAR) tumbuh 10,63% (yoy) menjadi Rp 7,34 triliun. Kredit Usaha Rakyat (KUR) pun melonjak 162,82% (yoy) menjadi Rp 1,6 triliun di kuartal III-2023.
Ekosistem transaksi digital BTN Mobile juga menyumbang kenaikan signifikan pada fee based income. BTN mencatatkan total fee based income meningkat 67,32% (yoy) menjadi Rp 2,36 triliun per kuartal III-2023.
Di sisi lain, BTN juga telah menghimpun dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 323,9 triliun, naik 3,54% (yoy). Inisiatif BTN dalam menjaga biaya dana ( cost of fund /CoF) juga turut meningkatkan porsi dana murah ( current account savings account /CASA) yang naik 358 basis poin (bps) menjadi 49,48% per kuartal III-2023. Dengan keseluruhan kinerja tersebut, total aset BTN mencapai Rp 409,68 triliun atau tumbuh 5,24% (yoy).
Nixon juga mengatakan, kinerja positif BTN Syariah sejalan dengan semakin besarnya minat masyarakat Indonesia untuk membeli rumah melalui skema pembiayaan syariah. Masyarakat Indonesia mayoritas merupakan muslim yang merupakan basis nasabah yang kuat untuk bisnis pembiayaan perumahan dengan skema syariah.
"Kami optimistis BTN Syariah memiliki ruang besar untuk terus bertumbuh besar sehingga dapat melayani kebutuhan pembiayaan perumahan masyarakat Indonesia," jelas Nixon.
Perolehan laba bersih BTN Syariah yang tinggi disumbang penyaluran pembiayaan yang naik hingga 17,94% (yoy) menjadi Rp 35,79 triliun per kuartal III-2023. Pembiayaan perumahan tercatat masih mendominasi penyaluran pembiayaan di BTN Syariah atau sebesar 97,43%.BTN Syariah juga telah menghimpun DPK senilai Rp 36,25 triliun atau meningkat 16,76% (yoy). Dengan kinerja tersebut, aset syariah tercatat naik 17,26% (yoy) menjadi Rp 48,41 triliun per kuartal III-2023.

Sumber : investor.id