Lembaga Penjamin Polis Tak Kunjung Terbentuk, Amanat Undang-undang Terabaikan
Tuesday, February 13, 2018       15:31 WIB

Ipotnews - Pemerintah didesak untuk segera membentuk Lembaga Penjaminan Polis (LPP) untuk mencegah masyarakat dirugikan akibat lembaga asuransi yang diikutinya bermasalah dan gagal bayar polis asuransi.
Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo mengatakan, pemerintah hingga kini belum memenuhi mandat Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian yang mengamanatkan penyelenggaraan program penjaminan polis. Padahal, pembentukan LPP merupakan amanat UU Perasuransian, yang mandat pembentukannya paling lambat 3 tahun setelah aturan tersebut diundangkan atau tiga tahun sejak 17 Oktober 2014.
"LPP adalah keniscyaan. Terlebih, dengan UU Jaring Pengaman Sistem Keuangan ( JPSK ) yang ada saat ini, tidak ada lagi fasilitas bail out atau dana talangan, sehingga LPP sangat urgent (mendesak)," ujar Irvan di Jakarta, Selasa (13/2).
Irvan menuturkan, LPP seharusnya berfungsi untuk menggantikan dana pemegang polis bila perusahaan asuransi mengalami gagal bayar. Ia menyebut, pembentukan LPP penting di tengah banyaknya perusahaan asuransi yang dicabut izin usahanya dan dipailitkan oleh regulator, sehingga membuat nasib nasabah menjadi tidak jelas.
"Urgensinya adalah ada sekian banyak perusahaan asuransi yang sudah dicabut izin usahanya dan dipailitkan regulator tidak ada kejelasan nasib dana nasabah. Asuransi Jiwa Pura Nusantara, Bakrie Life, Bumi Asih Jaya, MAA Life Assurance dan masih banyak perusahaan asuransi yang bermasalah dan tinggal menunggu kematian formalnya," ujarnya.
Salah satu yang paling fenomenal, menurut Irvan, adalah AJB Bumiputera yang tengah mengalami kegagalan skema restrukturisasi yang dilakukan OJK akibat mengabaikan hak pemegang polis. Dalam bentuk asuransi jiwa bersama, pemilik perusahaan seharusnya adalah pemegang polis.
"Yang dilakukan OJK, mengabaikan hukum berakibat hilangnya kepercayaan masyarakat dan dapat berujung pada serbuan penebusan polis, sehingga LPP adalah keniscayaan," pungkasnya.(Sigit)



Sumber : admin