Lini Bisnis Precast dan Jasa Konstruksi Jadi Andalan Kinerja WSBP
Tuesday, July 14, 2026       10:08 WIB
  • Pendapatan usaha Semester I 2026 mencapai Rp808,07 miliar, ditopang oleh lini Beton Precast, Readymix & Quarry, serta Jasa Konstruksi.
  • Proyek strategis meliputi Tangguh UCC Onshore, Jalan Tol Serang-Panimbang, Gedung KCN Marunda, hingga pembangunan fasilitas pendidikan di berbagai daerah.
  • Komitmen menjaga mutu, ketepatan waktu, keselamatan kerja, serta efisiensi operasional untuk memperkuat daya saing dan keberlanjutan usaha.

Ipotnews -- PT Waskita Beton Precast Tbk () menegaskan komitmennya dalam memperkuat kinerja operasional melalui kontribusi nyata dari setiap unit bisnis yang dimiliki. Perseroan mengandalkan lini bisnis Beton Precast yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp310,30 miliar hingga Juni 2026.
Selain itu lini bisnis Readymix & Quarry mengantongi pendapata Rp180,95 miliar, serta Jasa Konstruksi Rp316,81 miliar. Dua segmen bisnis yaitu beton precast dan jasa konstruksi menjadi tumpuan utama bagi total pendapatan perseroan hingga semester I 2026 yang tercatat sebesar Rp808,07 miliar.
Kepala Divisi Corporate Secretary , Fandy Dewanto menjelaskan bahwa capaian kinerja tersebut ditopang oleh pengerjaan berbagai proyek strategis, antara lain Proyek Tangguh UCC Onshore, Gedung KCN Marunda, Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3 Fase 2 Paket 3, Perbaikan Jalan Tol KAPB , Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, serta Gedung L- SSIT Universitas Udayana. Seluruh proyek dijalankan dengan fokus pada kualitas produk, ketepatan waktu, serta standar keselamatan kerja.
"Perseroan terus berfokus menjaga keberlangsungan operasional melalui penyelesaian proyek secara tepat mutu, tepat waktu, dan sesuai standar keselamatan kerja. Di saat yang sama, berbagai langkah efisiensi serta peningkatan produktivitas juga terus kami lakukan agar operasional perusahaan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung penguatan kinerja usaha secara bertahap," kata Fandy dalam keterangannya, Selasa (14/7).
Efisiensi operasional tercermin dari penurunan Beban Umum dan Administrasi sebesar 16 persen menjadi Rp161,18 miliar, serta penurunan beban Non-Contributing Plant dari Rp17,74 miliar menjadi Rp5,31 miliar. Optimalisasi fasilitas produksi juga dilakukan untuk mendukung efektivitas operasional berkelanjutan.
menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan secara tepat waktu dan berkualitas, sekaligus menjaga tata kelola perusahaan yang baik. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, Perseroan optimistis dapat memperkuat fondasi operasional dan menangkap peluang usaha yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
"Ke depan, akan terus berfokus pada penyelesaian proyek-proyek yang sedang berjalan, menjaga kualitas produk dan layanan, serta melanjutkan berbagai inisiatif efisiensi secara berkelanjutan," ulasnya.
(Marjudin/ AI)

Sumber : admin