- Mata uang emerging market Asia melemah setelah konflik Timur Tengah mendorong kenaikan harga minyak dan memperkuat dolar AS, sempat menyentuh Rp18.140 per dolar AS.
- Kospi anjlok hampir 9% hingga memicu circuit breaker , dipicu kejatuhan saham SK Hynix dan Samsung Electronics akibat aksi ambil untung.
- Investor kini menanti data inflasi AS, pertumbuhan ekonomi Singapura, keputusan suku bunga Bank of Korea, serta data ekonomi Malaysia sebagai penentu arah pasar.
Ipotnews - Nilai tukar mata uang negara-negara emerging market Asia melemah terhadap dolar Amerika Serikat, hingga menjelang akhir sesi perdagangan hari ini, Senin (13/7). Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat, memicu lonjakan harga minyak dan menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi.
Sementara itu, bursa saham Korea Selatan rontok lebih dari 9%, hingga memicu penghentian perdagangan sementara ( circuit breaker ), dipimpin oleh kejatuhan saham SK Hynix.
Laman Reuters melaporkan, hingga mendekati pukul 15:00 WIB, indeks dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama seiring memanasnya konflik Timur Tengah. Konflik baru di kawasan tersebut mendorong harga minyak naik sekitar 4%, memicu kekhawatiran inflasi. Ekspektasi bahwa bank-bank sentral global akan menaikkan suku bunga, meningkat kembali.
Mata uang di EM Asia berada di bawah tekanan. Rupiah Indonesia sempat melemah hingga Rp18.140 per dolar AS, level terlemah dalam lebih dari satu bulan. Won Korea Selatan juga tertekan hingga menyentuh 1.508,9 per dolar AS.
Indeks saham acuan Kospi Korea Selatan terjungkal hampir 9%, terseret kejatuhan harga saham SK Hynix sebesar 15,4%. Produsen chip memori untuk kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia itu mengalami aksi ambil untung setelah mencatat debut yang sangat kuat di pasar AS pada Jumat lalu. Saham Samsung Electronics, pesaing utama SK Hynix, juga terpuruk, drop 10,7%.
"Ketika dua perusahaan, yaitu Samsung dan SK Hynix, menyumbang lebih dari separuh bobot indeks yang berisi sekitar 900 saham, reaksi seperti ini bukan sesuatu yang mengejutkan," ujar Zavier Wong, analis pasar di eToro, seperti dikutip Reuters.
Ia menambahkan bahwa tingginya penggunaan utang margin serta penyesuaian portofolio ETF leverage berbasis saham tunggal - saat pasar turun turut - memperbesar tekanan jual. Pergerakan pasar menjadi jauh lebih tajam dibandingkan dampak fundamental dari berita yang muncul.
Meski demikian, Kospi masih menjadi salah satu pasar saham dengan kinerja terbaik di dunia sepanjang tahun ini, dengan kenaikan sekitar 65%. Walaupun kini, Kospi telah terkoreksi lebih dari 25% dari rekor penutupan tertinggi yang dicapai pada 22 Juni.
Menurut Wong, volatilitas di KOSPI kemungkinan baru akan mereda setelah musim laporan keuangan kuartal II berakhir. Saat itu investor akan memperoleh gambaran yang lebih jelas apakah kinerja perusahaan benar-benar mampu memenuhi ekspektasi yang sudah tercermin dalam harga saham.
"Saya memperkirakan gejolak pasar masih akan tetap tinggi dalam jangka pendek, bukan mulai mereda," imbuhnya.
Di Malaysia, ringgit melemah ke level 4,0770 per dolar AS, sementara pasar saham justru naik ke posisi tertinggi dalam tiga pekan. Kemenangan telak lawan koalisi Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam pemilu negara bagian Johor pada Sabtu memunculkan keraguan mengenai kekuatan koalisi pemerintah di tingkat federal, di tengah spekulasi mengenai kemungkinan pemilu lebih awal.
Di kawasan lain di EM Asia, indeks saham PSEI Filipina turun 0,3%, sedangkan indeks saham IHSG Indonesia menguat 0,4%. Indeks acuan STI Singapura melorot hingga 0,7%, mengakhiri reli tujuh sesi berturut-turut yang sebelumnya mencetak rekor tertinggi baru.
Sepanjang pekan ini, pelaku pasar akan mencermati sejumlah agenda penting, antara lain data awal pertumbuhan ekonomi kuartal II Singapura, laporan inflasi Amerika Serikat, keputusan suku bunga Bank of Korea, serta data inflasi dan estimasi awal pertumbuhan ekonomi Malaysia.
Asia stock indexes and currencies at 0731 GMT
Country | FX RIC | FX DAILY % | FX YTD % | INDEX | STOCKS DAILY % | STOCKS YTD % |
Japan | JPY | -0.28 | -3.39 | N225 | -1.92 | 29.73 |
China | CNY | -0.08 | +3.03 | SSEC | -2.06 | -1.39 |
India | INR | -0.46 | -6.15 | NSEI | 0.05 | -7.32 |
Indonesia | IDR | -0.30 | -7.90 | JCI | 0.42 | -31.20 |
Malaysia | MYR | -0.22 | -0.49 | KLSE | 0.22 | 0.90 |
Philippines | PHP | -0.05 | -4.47 | PSEI | -0.33 | 3.52 |
S.Korea | KRW | -0.26 | -4.19 | KOSPI | -6.74 | 65.45 |
Singapore | SGD | -0.17 | -0.63 | STI | -0.26 | 17.41 |
Taiwan | TWD | -0.07 | -2.37 | TAIEX | 0.06 | 56.68 |
Thailand | YHB | -0.36 | -5.75 | SETI | 0.03 | 28.77 |
Sumber : admin