Merespons Kejatuhan Saham Global, Emas Melambung Lebih dari Dua Persen
Friday, October 12, 2018       04:31 WIB

Ipotnews - Harga emas melonjak lebih dari dua persen ke level tertinggi dalam lebih dari dua bulan, Kamis, karena kejatuhan pasar saham global mendorong investor bergegas ke aset safe-haven tersebut.
Harga emas di pasar spot melambung 2,6 persen menjadi USD1.225,26 per ounce pada pukul 18.11 GMT, setelah menembus posisi tertinggi sejak 31 Juli, yakni USD1.226,27 per ounce, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Kamis (11/10) atau Jumat (12/10) dini hari WIB. Ini juga merupakan persentase kenaikan satu hari terbaik logam kuning itu sejak Juni 2016.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat ditutup melesat USD34,20, atau sekitar 2,87 persen, menjadi USD1.227,60 per ounce.
Emas menembus di atas kisaran perdagangan sempit yang terjebak di dalamnya selama satu setengah bulan terakhir, memicu minat beli baru dan memaksa investor untuk menutupi short position mereka, kata analis.
Wall Street memperpanjang penurunannya menuju sesi keenam, Kamis, setelah saham Eropa merosot ke posisi terendah 21-bulan, menunjuk pada meningkatnya risk aversion di seluruh pasar global.
Baca Juga: Terbebani Aksi Jual Wall Street, Bursa Eropa Melanjutkan Koreksi Tajam
"Banyak orang berlari ke emas sebagai perdagangan safe haven, diversifikasi ke aset tersebut dan menjual dolar," kata Michael Matousek, Kepala Pedagang di US Global Investors.
Baca Juga: Obligasi dan Saham Amerika Merosot, "Greenback" Tertekan
"Saat ini emas telah menembus level resistance kuat di USD1.210, banyak long position baru yang datang."
Sementara itu, Presiden Donald Trump, untuk hari kedua, kembali mengkritik Federal Reserve, Kamis, menyebut kenaikan suku bunganya merupakan kebijakan "konyol" yang membuatnya lebih mahal bagi pemerintahannya untuk membiayai defisit yang berkembang.
The Fed menaikkan suku bunga bulan lalu untuk ketiga kalinya tahun ini dan secara luas diperkirakan menaikkannya lagi pada pertemuan Desember.
"Ketika aksi jual pasar saham berlanjut, emas sekali lagi menjadi tujuan yang diinginkan pada saat terjadi ketidakpastian. Dana mengalir ke emas," ujar Alfonso Esparza, Analis Pasar Senior di OANDA.
Baca Juga: Wall Street Terjerembab Lagi, Dow Kehilangan Lebih dari 500 Poin
Emas jatuh lebih dari 10 persen dari puncaknya pada April lalu, dengan investor beralih ke greenback ketika perang perdagangan Amerika-China memanas dengan latar belakang meningkatnya suku bunga The Fed.
Tetapi harga pulih kembali dari level terendah satu setengah tahun USD1.059,96 yang dicapai pada pertengahan Agustus, didukung oleh pembelian safe haven di level lebih rendah terkait dengan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi dari harga minyak yang melonjak.
Kepemilikan SPDR Gold Trust, ETF emas terbesar di dunia, melambung 1,2 persen menjadi 738,99 ton pada sesi Rabu, kenaikan pertama sejak Juli dan arus masuk terbesar sejak Maret.
Logam lainnya, perak melesat lebih dari dua persen menjadi USD14,56 per ounce. Palladium naik 1,4 persen menjadi USD1.082,22, setelah mencapai level tertinggi sejak 26 Januari di posisi USD1.096,80. Platinum melejit 2,5 persen menjadi USD839,74, setelah menyentuh tingkat tertinggi sejak 26 Juli di posisi USD843,90. (ef)

Sumber : Admin