Merger dengan BDMN, Saham BBNP Akan Dihapus dari BEI
Tuesday, January 22, 2019       12:54 WIB

Ipotnews - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, pelaksanaan merger PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk sudah menjadi konsekuensi kedua emiten, lantaran saat ini Mitsubishi UFJ Financial Group Inc ( MUFG ) sudah menjadi pemegang saham pengendali (PSP) di kedua bank umum tersebut.
Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hoesen, rencana merger dan sudah semestinya bisa terealisasi. "Sudah menjadi konsekuensi merger dua emiten itu," ujar Hoesen di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (22/1).
Dengan demikian, jika rencana merger kedua bank tersebut sudah ada persetujuan resmi, maka hanya ada salah satu saham dari kedua emiten itu yang tetap diperdagangkan di Bursa. "Dilihat siapa yang survive," tegas Hoesen.
Pada Rancangan Penggabungan Usaha ( RRPU ) yang dilansir hari ini, akan menjadi bank yang menerima penggabungan. Saat ini, RPPU tersebut menunggu persetujuan dari otoritas berwenang, pemegang saham kedua bank dan kelengkapan persyaratan formal.
Berdasarkan siaran pers , MUFG merupakan salah satu grup keuangan terbesar di dunia, sehingga manajemen Danamom meyakini investasi MUFG akan memberikan nilai tambah bagi nasabah dan franchise perseroan serta mampu mendukung Danamon untuk bertumbuh.
(Budi)

Sumber : admin
2,200
0.0 %
0 %

1

BidLot

0

OffLot