Meski Neraca Kuartal I Surplus, Sektor Migas Yang Memburuk Patut Dicermati
Monday, April 16, 2018       18:37 WIB

Ipotnews - Meskipun terpancar sentimen positif dari neraca perdagangan kuartal I 2018 secara keseluruhan, defisit lebih lanjut dari sektor migas karena kenaikan harga sepanjang kuartal menjadi catatan yang perlu dicermati ke depan.
Hal tersebut disampaikan Tim Analis Indo Premier Sekuritas dalam catatan yang dirilis Senin (16/4), menyusul pengumuman neraca perdagangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini. "Dengan ketegangan yang mempengaruhi harga minyak terus berkembang, patut diwaspadai tren perdagangan minyak dan gas ke depan," papar Tim Analis.
Seperti diberitakan, dari rilis BPS, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD1,09 miliar pada kuartal I tahun ini, setelah defisit dua bulan berturut-turut pada Januari dan Februari. Khusus di migas, neraca perdagangan menurun sebesar 4,1 persen dan secara riil terjadi penurunan volume sebesar 30,2 persen yang seiring dengan pelemahan perdagangan migas sebesar 6,2 persen . Perlu dicatat, harga minyak mentah Indonesia ICP naik 23,5 persen secara tahunan (yoy).
Di sisi lain, yang membantu peningkatan neraca perdagangan ke arah surplus adalah meningkatnya nilai ekspor sebesar 10,5 persen secara bulanan (mom), yang ditopang komoditas non-migas, terutama produk pertambangan (naik 41,6 persen yoy) dan manufaktur (naik 4,8 persen yoy). "Kami yakin, ekonomi global yang lebih baik pada kuartal pertama melatarbelakangi peningkatan ini, terlihat dari pertumbuhan ekspor ke China (35,1 persen yoy), Jepang (21,1 persen yoy), dan Thailand (15,4 persen yoy). Tentu, surplus juga didukung perlambatan impor yang tercatat tumbuh 20,2 persen (yoy) dibandingkan kisaran 26,5 persen pada dua bulan sebelumnya.

Fig. 1: Mar18's trade overview


Mar18

Jan-Mar18

Mar18
change mom

Jan-Mar18
change yoy

Export

15.6

44.3

10.5%

8.7%

Export oil and gas

1.34

4.1

-3.8%

1.8%

Export non-oil and gas

14.2

40.2

-12.1%

9.4%

Export Manufacturing

10.6

32.0

9.3%

4.8%

Export Agriculture

0.3

0.8

19.8%

-9.4%

Export Mining

2.8

7.4

22.6%

41.6%

Import

14.5

44.0

-3.8%

20.2%

Import oil and gas

2.3

6.8

0.1%

3.1%

Import non-oil and gas

12.2

37.3

2.3%

24.0%

Source : Statistics Indonesia, IndoPremier

Sumber : admin