Minyak Anjlok Lebih dari Tiga Persen, Ini Sentimen Pemicunya...
Friday, October 12, 2018       05:14 WIB

Ipotnews - Harga minyak merosot ke posisi terendah lebih dari dua pekan, Kamis, karena kejatuhan pasar saham global, dengan sentimen investor menjadi lebih bearish oleh proyeksi stok minyak mentah Amerika yang lebih besar dari perkiraan.
Minyak mentah berjangka Brent anjlok USD2,83 atau 3,41 persen untuk menetap di posisi USD80,26 per barel, setelah menembus USD79,80, terlemah sejak 24 September, demikian laporan Reuters, di New York, Kamis (11/10) atau Jumat (12/10) dini hari WIB. Patokan global itu melemah setelah mencapai level tertinggi empat tahun USD86,74 per barel pada 3 Oktober.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut USD2,2 atau sekitar 3,01 persen menjadi USD70,97 per barel. WTI menembus titik terendah sejak 21 September.
Persediaan minyak mentah Amerika meningkat enam juta barel, pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi, lebih dari dua kali lipat ekspektasi analis yang memperkirakan kenaikan 2,6 juta barel.
"Peningkatan signifikan dalam persediaan minyak mentah adalah refleksi dari kilang-kilang yang mulai melakukan pemeliharaan," kata Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates.
Data EIA juga menunjukkan pengoperasian pengilangan minyak mentah turun 352.000 barel per hari dengan tingkat pemanfaatan menyusut 1,6 persentase poin.
Kejatuhan pasar Wall Street dan lingkungan risk-off global juga membebani minyak mentah berjangka. Rabu, pasar saham Amerika berguguran, dengan indeks S&P 500 dan Dow Jones Industrials Average mencatatkan hari terburuk mereka dalam delapan bulan, karena data ekonomi yang solid memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga tahun depan.
"Sisi permintaan dari persamaan minyak selalu jauh lebih sulit untuk dibedakan ketimbang sisi pasokan yang lebih transparan dan karena penurunan ekuitas di tengah kenaikan suku bunga, pasar minyak bisa mulai mendiskon skenario terburuk terkait dengan ekspektasi permintaan minyak," papar Jim Ritterbusch, Presiden Ritterbusch and Associates.
Organisasi Negara Eksportir Minyak memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun depan untuk bulan ketiga berturut-turut, dengan alasan gejolak ekonomi yang lebih luas, mulai dari sengketa perdagangan dan tekanan di emerging market.
OPEC melihat pasar minyak juga mendapatkan pasokan cukup baik dan berhati-hati menciptakan kelebihan pasokan tahun depan, kata Sekjen kartel itu, Kamis.
Di Teluk AS Meksiko, produsen memangkas produksi hingga 40 persen, Kamis, karena Badai Michael, menurut Bureau of Safety and Environmental Enforcement ( BSEE ), bahkan ketika beberapa operator mulai mengembalikan kru-nya ke anjungan lepas pantai.
Pemotongan itu mewakili produksi minyak 680.107 barel per hari, ungkap BSEE , mengutip laporan dari 30 perusahaan.
Badai Michael jatuh ke daratan Florida, Rabu, sebagai badai terkuat ketiga yang pernah menyerang daratan Amerika. Sejak itu melemah menjadi badai tropis. (ef)

Sumber : Admin