Minyak Dunia Menggeliat, Tetapi di Jalur Penurunan Mingguan Empat Persen
Friday, October 12, 2018       08:59 WIB

Ipotnews - Harga minyak relatif stabil, Jumat pagi, setelah gejolak pasar didorong oleh kejatuhan bursa ekuitas dan indikasi bahwa kekhawatiran pasokan terlalu berlebihan, tetapi masih di jalur untuk penurunan lebih dari empat persen, pekan ini.
Minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 13 sen menjadi USD80,39 per barel pada pukul 00.42 GMT, demikian laporan Reuters, di Tokyo, Jumat (12/10). Kontrak Brent jatuh 3,4 persen pada penutupan Kamis, setelah menembus USD79,80, terlemah sejak 24 September.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menguat sebelas sen menjadi USD71,08 per barel, setelah anjlok tiga persen di sesi sebelumnya ke level terendah sejak 21 September.
Wall Street melanjutkan koreksi menuju sesi keenam dan indeks ekuitas global jatuh ke level terendah satu tahun, Kamis, karena investor mengkhawatirkan perang perdagangan Amerika dengan China, dan risiko dari kenaikan suku bunga baru-baru ini.
Baca Juga: Wall Street Terjerembab Lagi, Dow Kehilangan Lebih dari 500 Poin
Indeks Nikkei Jepang sedikit lebih rendah pada sesi awal perdagangan Jumat.
Di sisi data, persediaan minyak mentah Amerika meningkat enam juta barel, pekan lalu, menurut Badan Informasi Energi, lebih dari dua kali lipat ekspektasi sejumlah analis yang memperkirakan peningkatan 2,6 juta barel.
Organisasi Negara Eksportir Minyak memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global, tahun depan, untuk bulan ketiga berturut-turut, dengan alasan gejolak ekonomi yang lebih luas akibat sengketa perdagangan dan tekanan yang dihadapi emerging market .
OPEC melihat pasar minyak juga dipasok dan berhati-hati untuk menciptakan kekenyangan tahun depan, kata sekretaris jenderal kelompok itu pada Kamis.
OPEC melihat pasar minyak juga mendapatkan pasokan cukup baik dan berhati-hati menciptakan kelebihan pasokan tahun depan, kata Sekjen kartel itu, Kamis.
Di Teluk AS Meksiko, produsen memangkas produksi hingga 40 persen, Kamis, karena Badai Michael, menurut Bureau of Safety and Environmental Enforcement ( BSEE ), bahkan ketika beberapa operator mulai mengembalikan kru-nya ke anjungan lepas pantai.
Pemotongan itu mewakili produksi minyak 680.107 barel per hari, ungkap BSEE , mengutip laporan dari 30 perusahaan.
Badai Michael jatuh ke daratan Florida, Rabu, sebagai badai terkuat ketiga yang pernah menyerang daratan Amerika. Sejak itu melemah menjadi badai tropis. (ef)

Sumber : Admin