
Pasar saham US mencatatkan pemulihan harian terbaik sejak Mei, seiring kembalinya para dip buyer karena fundamental ekonomi yang tetap solid, permintaan AI masih sangat tinggi, dan data sentimen konsumen yang membaik.
- Dow Jones menembus level 50,000, sementara SdanP 500 naik 2.00%, Nasdaq 100 naik 2.15% dan Russell 2000 naik 3.60%.
- Equal-weighted SdanP 500 yang mengesampingkan perbedaan bobot naik ke level tertinggi baru -- menunjukkan bahwa reli pasar terjadi secara luas.
- Sentimen konsumen US membaik ke level tertinggi sejak 6 bulan terakhir sementara ekspektasi inflasi turun ke level terendah sejak satu tahun.

Mengikuti rebound dipasar saham, komoditas jg ditutup menguat pekan lalu dengan Emas naik 4%, dan melanjutkan kenaikannya 1.4% ke atas level $5,000/oz pagi ini.
- Sepanjang 2 pekan terakhir harga emas berfluktuasi pada range -14% hingga +7% dipicu kekhawatiran lebih hawkishnya kebijakan Fed pasca nominasi Warsh, dan aksi jual ETF.
- Meski harga emas berada pada level tertingginya bulan lalu, PBOC masih menambah 40,000 troy once di Jan26 menandai akumulasi 15 bulan berturut oleh Bank sentral China.
- Para hedengane fund dan spekulator menurunkan posisi net-long pada emas ke level terendah sejak Oktober25 setelah mengalami volatilitas luar biasa pada 2 pekan terakhir.

Ultimatum MSCI yang menekan pasar saham Indonesia dapat dianggap sebagai momen perubahan untuk meniru reformasi sukses pasar saham India pada tahun 2010, dengan pemerintah kini bergegas menerapkan aturan baru guna memperbaiki transparansi dan mencegah manipulasi harga agar kembali menarik bagi investor global.

Kepanikan investor domestik pada dowgrade outlook Moody's--yang sebenarnya tidak secara otomatis mempengaruhi mandat investasi yang sensitif pada rating-- membuat JCI tertekan, namun dimanfaatkan oleh investor asing untuk melakukan akumulasi beli, tercermin dari netbuy akhir pekan lalu, dan kenaikan +0.5% pada ETF Indonesia ( EIDO ) yang diperdagangankan di NYSE .
> Perubahan outlook (misalnya dari "Stabil" ke "Negatif") barulah sebuah peringatan. Hal ini tidak langsung memaksa fund manager untuk menjual aset mereka karena peringkat utang (rating) resminya sendiri sebenarnya belum berubah.
o Telcos
Koreksi harga saham baru ini--seperti (-14%) dan (-36%) akibat arus keluar dana asing sebesar Rp958 miliar--dianggap sebagai peluang masuk yang menarik karena fundamental industri yang tetap solid dan valuasi atraktif dengan EV/EBITDA operator di kisaran 4.7-5.4x, sementara risiko penurunan harga lebih lanjut dapat diredam oleh kapasitas buyback, serta sentimen positif dari rencana peningkatan batas alokasi investasi saham dana pensiun BUMN menjadi 20%.
o
Berhasil mencatat kinerja yang memenuhi ekspektasi di tahun 2025 dengan laba bersih mencapai Rp7.6 triliun (+8% yoy), didorong oleh pendapatan operasional yang kuat serta pertumbuhan pembiayaan yang solid, khususnya dari segmen bisnis emas yang melonjak drastis. Valuasi pada PBV 1.8x FY26F (vs. 3y avg 2.2x) dianggap sangat atraktif.
o
Berhasil mencatatkan marketing sales senilai Rp4.3T sepanjang tahun 2025 (100% dari target), sementara itu anak usahanya mencatatkan marketing sales sebesar Rp403 Miliar setara 85% dari target 2025.
o
Melanjutkan program buyback dengan sisa dana sebesar Rp281 Miliar hingga Mei 2026.
Agenda Korporasi
09/02: Waran Maturity: -W
10/02: Cash Deviden Cumdate:
RUPS : , ,
11/02: Waran Maturity: -W, -W
RUPS :
12/02: RUPS : , , ,
13/02:Waran Maturity: -W
RUPS : , ,
Agenda Ekonomi
1. ID - Kepercayaan Konsumen Indonesia (Jan)
2. US - Pidato Fed Waller
Suspensi
- Open :
- Suspend : ,
Pemantauan Khusus/FCA
- In :
- Out : ,
Unusual Market Activity (UMA)
- ,
Disclaimer On
IPOT Platinum Club
Sumber : IPS