
Wall Street ditutup melemah di tengah sinyal yang saling bertentangan pada outlook minyak di tengah berlanjutnya konflik di Timur Tengah. Menyusul optimisme Trump pada segera berakhirnya perang antara US-Iran, pihak Gedung Putih secara resmi membantah adanya pengawalan kapal tanker angkatan laut di area Selat Hormuz.
- S&P 500 ditutup turun tipis 0.2%, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berfluktuasi di area $86/barrel setelah sempat menyentuh level $76/barrel kemarin.
- Investor saat ini bersikap waspada menantikan rilis data Inflasi IHK US untuk melihat apakah tekanan inflasi benar mulai mereda sebelum konflik, karena hasil ini akan sangat memengaruhi ekspektasi kebijakan pemangkasan suku bunga acuan.

Meskipun begitu, harga minyak jatuh lebih dari 3% di perdagangan Asia pagi ini setelah laporan menunjukkan bahwa International Energy Agency (IEA) berencana untuk melepas cadangan minyak terbesar dalam sejarah.
> IEA dilaporkan mengajukan proposal untuk melepas 182 juta barrel cadangan minyak ke pasar -- terbesar sejak perang Rusia-Ukraina (WSJ)

Emas menguat ke level $5,200/oz seiring berlanjut melemahnya dollar dan harga minyak dunia. Meskipun begitu, ETF emas global tercatat memangkas 30 ton kepemilikan emas pekan lalu, dan membawa total kepemilikan global turun menjadi ke bawah level 100 juta onces.
- Metal industri seperti Nickel/Copper menguat 1.2/1.8%
- CPO naik 4.4% seiring lonjakan harga minyak membuat substitusi biofuels kembali diburu sebagai opsi mixed energy.
- Batubara thermal newcastle jatuh 8.8% ke level $131/ton.

Di dalam negeri, saham pertambangan mineral jadi tulang pungung penguatan indeks kemarin seiring kembali menguatnya harga komoditas global. Meskipun begitu, optimisme terlihat masih tertahan karena sikap hati-hati investor yang mengurangi eksposure jelang libur panjang Idul Fitri di tengah kondisi geopolitik global yang memanas.
Riset terbaru Nomura menunjukkan ketahanan energy Indonesia terhadap guncangan harga minyak dunia lebih baik dibandingkan oleh negara-negara Asia lainnya, didukung oleh opsi mixed energy, dan ketergantungan terhadap impor minyak dari Timur Tengah.
o Automotive
Terjadi pemulihan volume penjualan grosir kendaraan roda empat (4W) pada Februari 2026 sebesar 22% secara bulanan yang dipimpin oleh merek-merek Jepang, kendati pangsa pasar Astra () turun tipis ke level 49%. Rencana percepatan konversi kendaraan listrik (BEV) roda dua oleh pemerintah melalui skema subsidi Rp5-6 juta per unit serta sentimen ketegangan geopolitik di Timur Tengah diproyeksikan dapat mendongkrak minat pasar, yang berpotensi menguntungkan emiten suku cadang seperti dan . Secara keseluruhan, valuasi saham otomotif utama seperti dinilai masih tergolong wajar di tengah terbatasnya katalis operasional jangka pendek akibat pelemahan di segmen alat berat (), bersamaan dengan tren tawaran diskon diler yang terpantau stabil.
o - FY25 Results
> Revenue Rp376 Miliar ( 5.7% yoy/ -29.1% qoq )
> Net Profit Rp99 Miliar ( 1073.2% yoy/ -134.2% qoq )
Agenda Korporasi
11/03: Right Issue StartTrading: -R
Waran StartTrading: -W
RUPS : ,
12/03: RUPS : , , , , , ,
13/03: RUPS : ,
16/03: RUPS : ,
17/03: Right Issue EndTrading: -R
Agenda Ekonomi
1. US - Laporan Bulanan OPEC
2. US - IHK (Feb)
Suspensi
- Open :
- Suspend :
Disclaimer On
IPOT Platinum Club
Sumber : IPS