Negosiasi Dagang Hambat Pergerakan Dolar, Emas Bersinar
Friday, September 14, 2018       15:10 WIB

Ipotnews - Emas menguat, Jumat petang, karena dolar tertahan setelah data inflasi Amerika yang lebih lemah dari perkiraan meredupkan kasus untuk langkah pengetatan kebijakan yang lebih cepat oleh Federal Reserve, di tengah tanda-tanda perbaikan dalam hubungan dagangan China-AS.
Harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD1.206,10 per ounce pada pukul 06.43 GMT, setelah menembus level tertinggi sejak 28 Agustus, yakni USD1.212,65 pada sesi Kamis, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (14/9). Emas menguat 0,9 persen sepanjang pekan ini, di jalur untuk kenaikan mingguan pertama dalam tiga minggu.
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat meningkat 0,3 persen menjadi USD1.211,30 per ounce.
Harga konsumen Amerika mencatatkan kenaikan di bawah prediksi pada periode Agustus, dan tekanan inflasi yang mendasarinya juga tampak melambat, menunjukkan laju kenaikan suku bunga Federal Reserve bisa melambat.
"Dengan data yang jatuh di bawah ekspektasi, investor berpikir The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku bunga pada pertemuan Desember, meski kenaikan pada bulan ini hampir pasti," kata Ji Ming, Kepala Analis Shandong Gold Group, sambil menambahkan harga bisa naik dalam beberapa pekan mendatang.
Suku bunga yang lebih tinggi membuat emas menjadi kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil.
Indeks dolar, ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, lebih rendah menjadi 94,442 setelah tergelincir ke level terendah pada sesi ini, yakni 94,427, terdalam sejak 31 Juli.
Sengketa perdagangan selama berbulan-bulan antara Washington dan Beijing mendorong investor untuk membeli dolar dengan keyakinan Amerika Serikat lebih sedikit dirugikan akibat perselisihan tersebut.
Namun, permintaan dolar mereda, pekan ini, di tengah berita Gedung Putih mengundang para pejabat China untuk memulai kembali pembicaraan perdagangan. Beijing menyambut baik undangan tersebut dengan kedua belah pihak saat ini dilaporkan sedang membahas rinciannya.
"Negosiasi perdagangan memberikan bantuan pada pasar (emas) dengan dolar sedikit melemah," ucap Peter Fung, Kepala Perdagangan di Wing Fung Precious Metals, Hong Kong.
Harga emas jatuh sekitar 12 persen dari puncaknya, April, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global dan berada di bawah tekanan akibat kenaikan suku bunga Amerika.
Sementara itu, kepemilikan SPDR Gold, ETF emas terbesar di dunia, turun 0,4 persen pada perdagangan Kamis dan 4,1 juta ounce dari puncaknya, April lalu.
"Jika harga bertahan di kisaran USD1.200, itu berarti pasar masih positif," tutur Hidetaka Namiki, analis Bullionist Capital yang berbasis di Singapura.
Logam mulia lainnya, perak di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD14,26 per ounce. Platinum melonjak 1 persen menjadi USD807,70, setelah menyentuh level tertinggi satu bulan USD812,30 pada perdagangan Kamis. Palladium stabil di posisi USD982,49 per ounce. (ef)

Sumber : Admin