Nilai Kerugian Masyarakat Capai Rp139,67 Triliun, Kenali Karakteristik Investasi Bodong
Thursday, October 03, 2024       09:35 WIB

Ipotnews - Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa kerugian masyarakat akibat terjerat pada investasi ilegal atau bodong di Indonesia mencapai angka Rp139,67 triliun. Jumlah ini merupakan akumulasi dari nilai kerugian yang terdata OJK sejak 2017 - 2023.
Besaran kerugian yang fantastis ini menjadi cerminan bahwa kita perlu berhati-hati dalam melakukan investasi di era digital yang semakin banyak tawaran investasi dengan janji return yang menggiurkan. Untuk itu agar tidak terjebak pada investasi bodong, SEVP Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi memberikan beberapa ciri dan karakteristik investasi ilegal tersebut.
"Memahami karakteristik ini tidak hanya melindungi portofolio tetapi juga memastikan keputusan investasi kita didasarkan pada prinsip yang aman dan terpercaya," ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (3/10).
Pertama, investasi janji memberikan keuntungan yang tinggi, cepat dengan risiko rendah. Janji manis ini menjadi senjata andalan dari para penipu untuk menggaet banyak korban agar uang yang dititipkan semakin besar. "Jika ada tawaran investasi dengan return tinggi tetapi klaim risiko rendah atau tidak ada risiko sama sekali, investor harus waspada dan menghindarinya," jelas Teddy.
Kedua, produk dari investasi atau penyedia layanan investasi tidak terdaftar atau tidak diawasi oleh OJK. Teddy menyarankan sebelum berinvestasi, investor harus memastikan bahwa perusahaan atau lembaga penyelenggara investasi terdaftar dan diawasi oleh OJK.
"Jika penyelenggara atau tempat jual beli investasi tidak memiliki registrasi resmi dan pengawasan dari OJK, itu merupakan sinyal awal bahwa investasi tersebut bisa jadi bodong," sambung Teddy.
Ketiga, kurangnya transparansi. Investor harus selalu waspada terhadap oknum atau jenis investasi yang tidak menyediakan informasi yang jelas dan transparan mengenai cara kerja, struktur, dan penggunaan dana. Transparansi adalah kunci untuk memastikan investasi yang dilakukan aman dan dikelola dengan baik.
Keempat, rekomendasi investasi dari sumber yang tidak jelas. Teddy menyarankan agar investor tidak melakukan transaksi berdasarkan rekomendasi dari sumber yang tidak dapat dipercaya, seperti email spam, media sosial tanpa verifikasi, atau individu yang tidak dikenal.
"Dengan mengenali karakteristik investasi bodong, Anda dapat melindungi diri dari kerugian. Verifikasi kredensial perusahaan, pastikan terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta tinjau laporan keuangannya," ulas Teddy.(Marjudin)

Sumber : admin