OPEC Bilang Prospek Market Tak Menentu, Harga Minyak Variatif
Wednesday, June 13, 2018       06:55 WIB

Ipotnews - Harga minyak variatif pada perdagangan semalam. Benchmark harga minyak USA menguat sementara patokan harga minyak internasional (brent) terkoreksi. Para pemodal bersiap merespon meeting penting OPEC pada pekan depan.
Posisi harga minyak WTI futures pada akhir trading naik 26 sen ke harga 66,36 USD per barel. Brent futures turun 60 sen ke harga 75,86 USD per barel.
Harga komoditas tersebut sejalan dengan kondisi market finansial yang mana secara garis besar berlangsung tenang di tengah pelaksanaan Summit USA dan Korut yang bertujuan mencapai kata sepakat denuklirisasi semenanjung Korea.
"Pasar mencari penguatan, hanya dalam beberapa minggu saja minyak (WTI) turun dari sekitar 73 USD menjadi 65 USD dan bahkan melemah secara periode yang itu sebuah pergerakan besar untuk tidak terkoreksi," kata Walter Zimmermen, analis teknikal ICAP -TA. Dia mengatakan cakupan jangka pendek menjelang meeting OPEC juga memberikan dukungan terhadap harga.
OPEC dalam rilis bulannnya hari Selasa mengatakan tingkat ketidakpastian yang tinggi terjadi di pasar minyak global pada tahun ini. OPEC dan negara produsen minyak lainnya seperti Rusia telah memangkas produksi 1,8 juta barel per hari sejak Januari 2017 dalam upaya mendorong kenaikan harga minyak. Dalam meeting pada 22-23 Juni mendatang diperkirakan memutuskan kebijakan suplai ke depan.
Sanksi USA mengancam penurunan ekspor minyak Iran serta potensi penurunan produksi minyak Venezuela mengantarkan Arab Saudi dan Rusia akan bersedia menaikkan produksi untuk mengatasi suplai tersebut.
Produksi minyak Rusia naik ke level 11,1 juta barel per hari pada awal Juni lalu demikian menurut sebuah laporan. Sedangkan produksi minyak Arab Saudi naik tipis lebih dari 10 juta barel per hari dari sebelumnya 9,9 juta barel per hari pada April lalu.
"Ini sejalan dengan teori bahwa Rusia dan Arab Saud secara halus bergerak menuju kesepakatan pada pertemuan bulan ini," kata Greg McKenna, Analis pada perusahaan broker futures, Axi Trader.
(reuters/cnbc/mk)

Sumber : admin