OPEC Pangkas Proyeksi Permintaan Global, Harga Minyak Variatif
Friday, March 15, 2019       04:26 WIB

Ipotnews - Harga minyak variatif, Kamis, setelah mencapai level tertinggi 2019 karena OPEC menekankan kebutuhan untuk memperpanjang program pengurangan produksinya melewati Juni, sambil menurunkan perkiraan permintaan minyak mentah.
Ketidakpastian seputar kemajuan dalam perundingan perdagangan AS-China dan pertumbuhan ekonomi global membebani harga minyak.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional mencapai level tertinggi empat bulan di posisi USD68,14 per barel sebelum jatuh menjadi USD67,19 per barel pada pukul 02.23 WIB, turun 36 sen, dari penutupan Rabu, demikian laporan Reuters, di New York, Kamis (14/3) atau Jumat (15/3) pagi WIB.
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, menguat 29 sen menjadi USD58,55 per barel.
Minyak menguat, Rabu, setelah data pemerintah AS menunjukkan penurunan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah dan estimasi yang lebih rendah dalam pertumbuhan produksi minyak Amerika.
Dalam laporan bulanan yang dirilis Kamis, Organisasi Negara Eksportir Minyak memangkas perkiraan permintaan minyak tahun ini dan memperkirakan pertumbuhan yang kuat dalam pasokan non- OPEC .
Prospek permintaan OPEC yang bearish diimbangi oleh tekadnya yang kuat untuk memperpanjang pakta pengurangan produksi minyak mentah, yang disetujui anggota dan produsen sekutu, yang membantu harga minyak melonjak lebih dari 20 persen tahun ini.
"Itu mungkin cerminan dari fluktuasi harga yang kita lihat dalam harga hari ini," kata Phil Streible, analis RJO Futures di Chicago.
Kekhawatiran terbaru tentang ekonomi global juga membebani harga minyak.
Presiden Donald Trump, Kamis, mengatakan Amerika Serikat melakukan perundingan perdagangan dengan China dengan baik, tetapi dia tidak dapat mengatakan apakah kesepakatan akhir akan dicapai.
Dilaporkan Bloomberg, bahwa pertemuan antara Presiden Amerika Serikat dan China untuk menyelesaikan perselisihan perdagangan mereka ditunda, secara singkat mendorong minyak berjangka lebih rendah.
Data menunjukkan output industri China tumbuh 5,3 persen pada Januari dan Februari, laju ekspansi paling lambat dalam 17 tahun, juga membatasi kenaikan harga minyak, kata Flynn.
Di AS, laporan Departemen Perdagangan menunjukkan penjualan rumah keluarga tunggal jatuh lebih dalam dari perkiraan pada Januari, menunjukkan pelemahan pasar perumahan di awal kuartal pertama.
Gangguan pasokan dari anggota OPEC , Venezuela dan Iran, membantu mendukung harga minyak.
Di tengah kekacauan politik di Venezuela, dua tangki penyimpanan meledak di proyek upgrading minyak mentah di bagian timur negara itu, Rabu, menurut sumber industri minyak dan seorang legislator.
Terminal minyak utama negara itu melanjutkan pengiriman setelah pemadaman listrik berkepanjangan.
Dua sumber mengatakan kepada Reuters bahwa Amerika Serikat bermaksud mengurangi ekspor minyak mentah Iran sekitar 20 persen menjadi di bawah satu juta barel per hari dari Mei. (ef)

Sumber : Admin