- Kapasitas nasional diproyeksikan naik 3,5 kali lipat hingga 2030.
- Solusi strategis untuk energi berkelanjutan dan rendah karbon.
- , IDPRO, dan UI bersinergi memperkuat ekosistem digital berdaya saing global.
Ipotnews - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk () resmi mengkaji peluang pengembangan green data center berbasis energi panas bumi, yang digadang menjadi yang pertama di Indonesia.
Inisiatif ini diperkuat melalui kolaborasi strategis dengan Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) dan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, sebagai fondasi teknis dan komersial menuju tahap implementasi.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGE, Edwil Suzandi, menegaskan bahwa langkah ini merupakan terobosan penting bagi industri digital rendah karbon.
"Kapasitas data center nasional diproyeksikan naik dari 520 MW pada 2025 menjadi 1,8 GW pada 2030. Hal ini membuka peluang bagi PGE untuk memastikan pertumbuhan digital Indonesia dibangun dengan bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujarnya seperti dikutip dari siaran pers perseroan akhir pekan ini.
Ketua Umum IDPRO, Hendra Suryakusuma, menekankan peran vital data center sebagai tulang punggung transformasi digital nasional.
"Pemanfaatan energi panas bumi untuk data center adalah langkah strategis yang menjawab dua tantangan sekaligus: ketersediaan energi jangka panjang dan penurunan emisi karbon. Inisiatif ini menjadi preseden baik bagi arah kebijakan pertumbuhan ekonomi ke depan," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Dr. Ing. Ir. Dalhar Susanto, menilai inisiatif ini sebagai momentum penting bagi riset dan hilirisasi teknologi.
"Integrasi panas bumi sebagai sumber energi listrik hijau membuka peluang besar bagi lahirnya solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Kami siap memberikan dukungan akademik dan keilmuan," tegas Dalhar.
Dengan semangat Empowering the Green Acceleration, PGE menegaskan komitmennya sebagai motor penggerak transisi energi bersih sekaligus penguat ekosistem panas bumi nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari visi besar menyongsong satu abad pengembangan panas bumi Indonesia pada 2026.
(Marjudin/ AI)
Sumber : admin