Pajak BM Dan Aturan Emisi Diharapkan Topang Geliat Saham Otomotif
Wednesday, July 17, 2019       14:32 WIB

Ipotnews - Kinerja saham sektor otomotif pada semester II disebut akan banyak dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah seperti penurunan pajak barang mewah (BM), hingga aturan soal emisi kendaraan bermotor.
Vice President Samuel Sekuritas Indonesia, Muhammad al-Fatih mengakui, penjualan otomotif di semester II diperkirakan masih akan stagnan. Pasalnya, selain terpengaruh harga komoditas yang sedang anjlok, PDB Indonesia yang relatif mendatar diperkirakan sangat berpengaruh ke angka penjualan mobil.
"Ada harapan yaitu pemerintah akan menurunkan pajak barang mewah. Itu juga akan jadi pendorong. Selain itu, penjualan juga akan didorong dengan mobil-mobil beremisi rendah. Jadi kalau dulu pajak lebih ke CC (kapasitas mesin), ke depannya pajak akan dipengaruhi emisi, konsumsi bahan bakar dan lainnya. Jadi ini masukan bagus bagi Astra dan lain-lain untuk modal kerja," ujar Fatih di Jakarta, Rabu (17/7).
Fatih juga menilai, dari empat emiten otomotif yang melantai di bursa, kinerja sahamnya saat ini relatif stagnan dan berbanding lurus dengan angka penjualan di semester I yang menurun.
"Dan kita lihat kalau di bursa, sektor otomotif tidak banyak ya, yang menonjol itu yang isinya juga macam-macam. Jadi memang semester II (Kinerja saham) relatif akan stagnan," kata dia.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Astra Internasional Tbk () pada pembukaan sesi II hari ini, Rabu (17/7) pukul 13:43 WIB terlihat mengalami koreksi cukup dalam, hingga 250 poin atau 3,36 persen ke level Rp7.200. Secara year to date, saham merosot hingga 12,46 persen sejak pertengahan Februari 2019, dimana sebelumnya pada awal Januari 2019 harga saham sempat menyentuh angka Rp8.475.
Kemudian saham PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (). Pada jam yang sama tercatat mengalami koreksi 50 poin atau 1,94 persen ke level 2530. Secara year to date, saham memang mengalami penguatan signifikan hingga 17,13 persen. Saham tercatat sempat menguat hingga ke level tertinggi Rp3.470 pada akhir Februari 2019, namun kinerjanya terus merosot sejak Maret hingga hari ini.
Begitu pun saham PT Astra Otoparts Tbk () yang pada saat ini tengah mengalami koreksi 10 poin atau 0,68 persen ke level 1455. Secara year to date, telah terkoreksi 1,02 persen. Sama dengan dan , saham juga sempat menyentuh level tertinggi pada Februari 2019 yang menyentuh angka 1720. sendiri terus merosot sahamnya hingga saat ini dan belum mampu untuk bangkit.
Sementara saham PT Selamat Sempurna Tbk () pada jam yang sama juga mengalami koreksi 20 poin atau 1,27 persen ke level Rp1.555. Meski demikian, secara year to date, saham mengalami peningkatan sangat signifikan hingga 11,07 persen. Sama halnya seperti emiten otomotif lainnya, sempat menyentuh level tertinggi pada Februari 2019 di angka Rp1.775 dan terus menurun hingga saat ini.
(Sigit)

Sumber : admin
6,750
0.0 %
0 %

3,178

BidLot

611

OffLot