Pasar Antisipasi The Fed Hawkish, Rupiah Melemah 43 Poin
Wednesday, September 16, 2026       09:33 WIB
  • Rupiah melemah 0,24% ke Rp17.737 per dolar AS pada Rabu pagi (16/9), tertekan antisipasi kebijakan The Fed;
  • Pelaku pasar memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga 25 bps dalam FOMC 16-17 September 2026 setelah menahannya selama lima pertemuan;
  • Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan rupiah bergerak di kisaran Rp17.600-Rp17.750 per dolar AS, dengan perhatian pada nada hawkish dan forward guidance The Fed.

Ipotnews - Peluang bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve (The Fed) untuk menaikan suku bunga acuan dalam rapat bulanan FOMC yang akan berlangsung mulai hari ini semakin besar, sehingga kurs rupiah melemah terhadap dolar pagi ini.
Mengutip data Bloomberg dalam Rabu pagi (16/9) pukul 09.08 WIB, rupiah sedang diperdagangkan pada level Rp17.737 per dolar AS, melemah 43 poin atau 0,24% dibandingkan akhir perdagangan Selasa sore (15/9) di level Rp17.694 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS, di tengah imbal hasil obligasi AS dan harga minyak dunia yang masih terus naik. "Kondisi ini memicu antisipasi investor akan sikap hawkish the Fed pada FOMC malam ini," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Lukman memprediksi kurs rupiah hari ini di kisaran Rp17.600 - Rp17.750 per dolar AS. "Kenaikan hampir pasti, namun pelaku pasar akan melakukan antisipasi nada hawkish pada pernyataan dan foward guidance," ujar Lukman.
The Fed akan kembali menentukan arah kebijakan suku bunga dalam pertemuan Federal Open Market Committee ( FOMC ) pada 16-17 September 2026. Keputusan tersebut akan menjadi penentuan arah suku bunga setelah bank sentral Amerika Serikat mempertahankan federal funds rate dalam lima pertemuan berturut-turut.
Saat ini, target federal funds rate berada pada kisaran 3,50%-3,75%. Berdasarkan data CME Group, mayoritas pelaku pasar memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan September 2026.
Apabila kenaikan tersebut terealisasi, keputusan itu akan mengakhiri periode penahanan suku bunga yang berlangsung sejak Desember 2025. Sebelumnya, The Fed telah memangkas suku bunga secara bertahap setelah mempertahankan level 5,25%-5,50% sepanjang sebagian besar 2024. (Adhitya/AI)

Sumber : Admin