Pasar Cermati Kinerja Emiten dan Brexit, Ekuitas Eropa Menguat
Friday, March 15, 2019       03:42 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa berakhir lebih tinggi, Kamis, setelah investor mencermati laporan keuangan sejumlah emiten dan bereaksi terhadap perkembangan Brexit di Inggris.
Pan-Eropa Stoxx 600 ditutup 0,78 persen lebih tinggi atau 2,92 poin menjadi378,52 dengan sebagian besar sektor dan bursa utama bertengger di wilayah positif, demikian laporan CNBC , Kamis (14/3) atau Jumat (15/3) dini hari WIB. Saham minyak dan gas Eropa masuk dalam beberapa sektor yang mencatatkan kinerja terbaik bersama dengan media dan asuransi.
Di pasar regional utama, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,37 persen atau 26,24 poin menjadi 7.185,43, DAX Jerman naik 15,06 poin atau sekitar 0,13 persen menjadi 11.587,47, dan CAC 40 Prancis bertambah 0,82 persen (43,40 poin) menjadi 5.349,78.
Melihat saham individu, Gea Group, Jerman, melesat ke puncak benchmark Eropa di tengah berita laporan keuangan. Perusahaan yang berbasis di Dusseldorf itu melaporkan pendapatan setahun penuh melonjak hampir lima persen pada 2018, mendorong sahamnya melambung sepuluh persen.
Masih di Jerman, Lufthansa jatuh ke bawah indeks selama perdagangan pagi. Maskapai terbesar di negara itu membukukan penurunan sebelas persen dalam laba operasi pada kuartal keempat, Kamis, dan mengatakan akan fokus pada pertumbuhan "berkualitas" selama beberapa bulan mendatang. Saham perusahaan itu jatuh hampir enam persen di tengah berita tersebut.
Saham Leonardo naik 12 persen setelah kelompok defense Italia itu mengatakan laba bersihnya melonjak, menambahkan bahwa penjualan diperkirakan meningkat pada 2019.
Kekacauan Brexit
Pelaku pasar terus mencermati perkembangan terbaru seputar Brexit, Kamis. Sebelumnya, anggota parlemen Inggris menolak gagasan meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan Brexit, menyiapkan pemungutan suara lagi, Kamis, tentang apakah jadwal kepergian negara itu harus diperpanjang.
Sterling melonjak, Rabu, mencapai level tertinggi sembilan bulan terhadap dolar, tetapi kehilangan kekuatannya pada sesi Kamis. Pada pukul 16.30 waktu London, pound diperdagangkan di posisi USD1,3265. (ef)

Sumber : Admin