Pasar Cerna Dampak Serangan Sekutu, Logam Mulia Tertekan
Monday, April 16, 2018       15:34 WIB

Ipotnews - Harga emas sedikit berubah, Senin petang, setelah pasar mencerna kemungkinan konsekuensi dari serangan rudal yang dipimpin Amerika terhadap Suriah selama akhir pekan, dalam intervensi terbesar kekuatan Barat terhadap serangan gas beracun.
Harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD1.344,03 per ounce pada pukul 07.53 GMT, sementara emas berjangka Amerika Serikat melemah 0,1 persen menjadi USD1.346,80 per ounce, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Senin (16/4).
Pasukan Amerika, Inggris dan Prancis menggempur Suriah dengan serangan udara, Sabtu pagi waktu setempat, menghantam tiga fasilitas senjata kimia utama milik Pemerintah Suriah.
"Ini terlalu dini untuk mengatakan apa dampaknya," kata Dominic Schnider, analis UBS Wealth Management, Hong Kong.
Saham Asia, kecuali Jepang, melemah 0,7 persen dan Indeks Dolar turun 0,1 persen.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, Minggu, memperingatkan bahwa serangan Barat lebih lanjut terhadap Suriah akan membawa kekacauan pada stabilitas global, seiring upaya Washington yang bersiap untuk meningkatkan tekanan terhadap Moskow dengan sanksi ekonomi baru.
"Harga emas bias ke atas dalam jangka pendek karena emas masih dilihat sebagai aset safe haven di tengah ketegangan seputar Suriah, sanksi AS-Rusia dan perang dagang," tutur Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central di Singapura.
Harga spot emas bisa menembus resistance USD1.348 per ounce dan meningkat ke level resistance berikutnya di posisi USD1.355, kata analis teknikal Reuters, Wang Tao.
Sementara itu, harga perak turun 0,3 persen menjadi USD16,57 per ounce, sedangkan platinum naik 0,1 persen menjadi USD928,20 per ounce.
Harga palladium 0,2 persen lebih rendah menjadi USD985,10 per ounce setelah mencapai level tertinggi tiga pekan, yakni USD990,50 per ounce, Jumat. Harga melambung 9,6 persen pekan lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Januari 2017. (ef)

Sumber : Admin