Pasar Khawatirkan Perlambatan Pertumbuhan, Bursa Eropa Berguguran
Friday, December 07, 2018       04:06 WIB

Ipotnews - Bursa ekuitas Eropa anjlok, Kamis, di tengah kekhawatiran perlambatan pertumbuhan, jatuhnya harga minyak dan gejolak baru dalam ketegangan antara Amerika Serikat dan China.
Pan-Eropa Stoxx 600 merosot lebih dari 3,09 persen atau 10,96 poin menjadi 343,31 dengan semua sektor dan bursa utama bertengger di wilayah negatif, demikian laporan CNBC , Kamis (6/12) atau Jumat (7/12) dini hari WIB.
Indeks Dax Jerman, ketika diukur dengan basis intra-day ditutup di teritori bear market, 21 persen lebih rendah dari level tertinggi pada akhir Januari. Pada penutupan Kamis, DAX menyusut 3,48 persen atau 389,26 poin menjadi 10.810,98, FTSE 100 Inggris anjlok 217,79 poin atau sekitar 3,15 persen menjadi 6.704,05, dan CAC 40 Prancis turun 3,32 persen (163,91 poin) menjadi 4.780,46.
Fokus pasar sebagian besar selaras dengan penangkapan petinggi raksasa teknologi China, Huawei, di tengah kekhawatiran investor bahwa berita itu dapat menghambat kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China.
Saham basic resources Eropa--dengan eksposur mereka yang besar ke China--jatuh 4,2 persen selama sesi tersebut. Indeks FTSE 100 merosot karena saham pertambangan turun drastis. Antofagasta yang tercatat di London memimpin kerugian sektoral, turun lebih dari tujuh persen.
Sementara itu, saham otomotif--dilihat sebagai proxy perang dagang--juga berada di antara pemain terburuk, merosot lebih dari 4,5 persen. Faurecia dan Daimler keduanya turun lebih dari enam persen.
Saham teknologi juga turun lebih dari 3 persen, Kamis, menyusul penangkapan Chief Financial Officer Huawei di Vancouver, Rabu. Meng Wanzhou, putri pendiri Huawei, ditangkap pihak berwenang Kanada pada 1 Desember, dilaporkan atas kemungkinan pelanggaran sanksi terhadap Iran. Saat ini dia menghadapi ekstradisi ke Amerika Serikat.
Melihat saham individu, DiaSorin Italia jatuh ke bagian dasar patokan Eropa, setelah Kepler Cheuvreux memangkas rekomendasi sahamnya menjadi "hold" dari "buy". Saham emiten yang melantai di Milan itu turun lebih dari 7 persen di tengah berita tersebut.
Ketegangan Perdagangan
Penangkapan Wanzhou memicu kekhawatiran akan terjadinya gejolak antara AS dan China, pada saat kedua kekuatan ekonomi itu akan memulai negosiasi tiga bulan guna menghentikan perang perdagangan global mereka.
Amerika dan China sepakat untuk menunda sementara pengenaan tarif tambahan terhadap barang satu sama lain, akhir pekan lalu. Gencatan perdagangan Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping mendorong saham global melonjak pada perdagangan awal pekan, tetapi memudarnya optimisme atas kesepakatan politik itu memangkas keuntungan pasar ekuitas.
Wall Street turun tajam, Kamis, karena berlanjutnya kekhawatiran atas hubungan perdagangan AS dan China terkait kemungkinan pelambatan ekonomi global yang membuat investor ketar-ketir.
Kembali ke Eropa, pelaku pasar mencermati pertemuan anggota OPEC dan non- OPEC di Wina, Austria, Kamis dan Jumat. Kartel beranggotakan 15 negara itu bersama sekutunya dilaporkan setuju untuk memangkas produksi minyak, tetapi tidak merilis rincian kesepakatan sampai bersepakat dengan produsen sekutunya, termasuk Rusia. Harga minyak jatuh lebih dari 3 persen setelah merespons berita tersebut. (ef)

Sumber : Admin