Pasar Relatif Tenang, Emas Bertahan di Dekat Level Tertinggi 10 Pekan
Friday, October 12, 2018       15:42 WIB

Ipotnews - Harga emas melemah, Jumat petang, di tengah kebangkitan saham Asia, tetapi logam itu bertahan di dekat posisi tertinggi lebih dari sepuluh pekan yang dicapai pada sesi sebelumnya ketika menembus level resisten utama, memicu optimisme tentang potensi kenaikan harga.
Saham Asia rebound, Jumat, berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan pertama dalam dua pekan, menenangkan sentimen investor, yang terpukul setelah indeks volatilitas utama, dilihat sebagai ukuran ketakutan Wall Street, naik ke level tertinggi delapan bulan.
Harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD1.218,86 per ounce pada pukul 07.38 GMT setelah melonjak sekitar 2,5 persen pada sesi Kamis, kenaikan tertajam sejak Juni 2016, karena kejatuhan pasar ekuitas mendorong investor bergegas ke aset safe-havens, demikian laporan Reuters, di Bengaluru, Jumat (12/10).
Sementara itu, emas berjangka Amerika Serikat turun 0,4 persen menjadi USD1.222,30 per ounce.
"Kemarin, investor mencari tempat berlindung untuk melindungi investasi mereka, memicu pembelian safe-haven. Pasar sedikit pulih saat ini dan mood-nya mulai naik sedikit. Kami juga melihat sedikit profit taking pada emas," kata Benjamin Lu, analis komoditas Phillip Futures.
"Meski emas melemah hari ini, jika mampu didorong lebih tinggi dan menembus di atas USD1.235 per ounce, itu mungkin mengubah tren dan mengarah ke short-covering."
"Dengan harga menembus...USD1.200 dan juga melampaui USD1.225, itu bisa menjadi sinyal pasar emas sedang naik. Terutama, mengingat selama November dan Desember, kami juga melihat peningkatan pembelian fisik," ujar Peter Fung, Kepala Perdagangan Wing Fung Precious Metals, di Hong Kong.
Emas jatuh lebih dari 10 persen dari level tertinggi April, dengan investor mencari aman pada greenback ketika perang perdagangan Amerika-China memanas dengan latar belakang meningkatnya suku bunga Federal Reserve.
Tetapi harga pulih dari level terendah satu setengah tahun USD1.059,96 yang dicapai pada pertengahan Agustus, didukung oleh aksi beli safe haven di level yang lebih rendah terkait dengan kekhawatiran atas pertumbuhan ekonomi dan tekanan inflasi dari harga minyak yang melonjak.
Sementara itu, palladium naik 0,9 persen menjadi USD1.086,75 per ounce, setelah mencapai tingkat tertinggi sejak 26 Januari, yakni USD1.096,80 per ounce, pada sesi sebelumnya. Perak sedikit berubah menjadi USD14,56, sedangkan platinum turun 0,3 persen jadi USD836,50. (ef)

Sumber : Admin