Pasar Tidak Yakin Amerika-China Bisa Bersepakat, "Greenback" Melesat
Tuesday, February 12, 2019       04:42 WIB

Ipotnews - Dolar melesat, Senin, karena meningkatnya kekhawatiran bahwa putaran terakhir perundingan perdagangan Amerika-China tidak akan menghasilkan kesepakatan antara dua ekonomi terbesar dunia itu sebelum batas waktu Maret.
Dolar berada di jalur untuk mencatatkan apresiasi hari kedelapan berturut-turut, terangkat oleh permintaan  safe-haven  karena investor, khawatir tentang kejatuhan ekonomi dari perang perdagangan yang sedang berlangsung dan perlambatan ekonomi global, bergerak menuju mata uang paling likuid di dunia itu, demikian laporan  Reuters , di New York, Senin (11/2) atau Selasa (12/2) dini hari WIB.
Perundingan tingkat tinggi di Beijing minggu ini adalah fokus utama bagi investor, banyak dari mereka melihat sedikit prospek untuk mencapai kesepakatan perdagangan dan malah memperkirakan perpanjangan batas waktu 1 Maret untuk memutuskan apakah akan menaikkan tarif.
Pada "proses perdagangan, dan harapan bahwa China akan membeli lebih banyak barang AS, kita mungkin melihat beberapa berita yang mendukung dalam perundingan perdagangan. Tetapi ada juga masalah kekayaan intelektual dan transfer teknologi dan kita belum melihat adanya kemajuan terkait hal itu, dan saya tidak yakin kita akan (melihat kesepakatan) pekan ini," kata Juan Prada, analis Barclays di New York.
Amerika Serikat diperkirakan terus menekan China pada tuntutan lama bahwa negara itu harus mereformasi cara memperlakukan kekayaan intelektual perusahaan AS untuk menutup kesepakatan perdagangan yang dapat mencegah kenaikan tarif terhadap impor China.
Pergerakan Senin dalam dolar bergema di seluruh pasar mata uang, mendorong euro ke level terendah sejak 14 Desember menjadi USD1,127. Dolar menguat jadi 110,37 yen Jepang dan menjadi USD1,286 terhadap pound Inggris.
Mata uang  emerging market dan sensitif terhadap kondisi China seperti dolar Australia kemungkinan besar akan terpengaruh oleh berita perdagangan.
Penguatan dolar baru-baru ini terjadi meski Federal Reserve menyebutkan kehati-hatian dalam menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan Januari.
"Mata uang AS itu saat ini dalam permintaan sebagai  safe haven . Ini tercermin dalam fakta bahwa franc Swiss dan yen Jepang juga mata uang  safe-haven  yang khas, terapresiasi sejak awal bulan," kata Thu Lan Nguyen, analisCommerzbank di Jerman.
Indeks dolar, ukuran  greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, tercatat 0,43 persen lebih tinggi menjadi 97,06.
Pasar China dibuka kembali, Senin, setelah libur Imlek satu pekan, dengan dolar bertahan 0,71 persen lebih tinggi versus yuan di posisi 6,7907. (ef)

Sumber : Admin