Pasar "Wait and See" Data Makro Amerika, Dolar Tertekan
Friday, January 12, 2018       16:33 WIB

Ipotnews - Dolar AS melayang di dekat posisi terendah empat bulan terhadap mata uang utama lainnya, Jumat, karena data ekonomi Amerika Serikat yang suram masih membebani pasar.
Selain itu, investor juga terus mengamati data penjualan ritel dan inflasi Amerika yang akan dirilis hari ini, waktu setempat, demikian laporan Investing, Jumat (12/1).
Dolar AS mendapat tekanan setelah Departemen Tenaga Kerja Amerika, Kamis, melaporkan klaim pengangguran awal meningkat jadi 261.000 pada pekan lalu, dibandingkan ekspektasi untuk penurunan jadi 246.000.
Laporan terpisah menunjukkan indeks harga produsen turun 0,1 persen pada bulan lalu, juga gagal melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kenaikan 0,2 persen.
Dolar AS menguat pada hari sebelumnya setelah regulator devisa China mengatakan bahwa laporan tentang Beijing yang akan memperlambat atau menghentikan pembelian surat utang Amerika mungkin didasarkan pada informasi yang salah, dan bisa saja "palsu".
Dilaporkan Bloomberg pekan ini, pejabat China yang mengkaji kepemilikan valuta asing telah merekomendasikan perlambatan atau penghentian pembelian obligasi Amerika. China adalah pemegang surat utang Amerika terbesar.
Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, turun 0,09 persen pada level 91,58 pada pukul 05.05 GMT, Jumat.
Nilai tukar euro menguat, dengan kenaikan 0,17 persen menjadi USD1,2052, sementara poundsterling relatif stabil di level USD1,3547.
Yen dan franc Swiss sedikit berubah terhadap dolar AS, menjadi 111,31 yen dan 0,9757 franc Swiss.
Di tempat lain, dolar Australia dan Selandia Baru melemah, masing-masing turun 0,09 persen dan 0,14 persen, menjadi USD0,7885 dan USD0,7251.
Data resmi sebelumnya menunjukkan ekspor China meningkat lebih dari perkiraan sebesar 10,9 persen untuk periode Desember, sementara impor tumbuh hanya 4,5 persen dibandingkan ekspektasi kenaikan 13,0 persen.
China merupakan mitra ekspor terbesar Australia dan mitra ekspor kedua terbesar Selandia Baru. (ef)



Sumber : Admin