Pasar "Wait and See" Data Makro Amerika, Emas Melemah
Tuesday, March 13, 2018       15:10 WIB

Ipotnews - Harga emas melanjutkan pelemahan, Selasa siang, didorong apresiasi dolar AS karena investor menanti data harga konsumen Amerika yang akan dirilis hari ini untuk mengukur prospek inflasi dan tingkat kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD1.319,87 per ounce pada pukul 07.11 GMT, sementara emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman April menyusut 0,1 persen menjadi USD1.320,00 per ounce, demikian laporan Reuters, Selasa (13/3).
Indeks Dolar AS, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang, naik 0,12 persen menjadi 90,004.
"Pedagang emas mengadopsi sikap yang lebih netral, kendati kenaikan suku bunga pada pertemuan Maret sudah dipertimbangkan (price in) sepenuhnya, para trader biasanya sedikit cemas menunggu pernyataan The Fed dan panduan utamanya," kata Stephen Innes, Kepala Perdagangan Asia/Pacific OANDA, di Singapura.
"Kita harus memperkirakan ketidakpastian tingkat suku bunga untuk menimbang harga dalam jangka pendek."
Pemerintah Amerika diprediksi merilis data indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) pada pukul 12.30 GMT, fokus utama untuk hari ini. Perkiraan rata-rata sejumlah ekonom yang disurvei Reuters menunjukkan inflasi IHK inti tahunan sebesar 1,8 persen pada periode Februari, yang relatif flat dari Januari.
Hasil yang lebih tinggi bisa memicu ekspektasi Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga empat kali, bukan tiga kali, tahun ini. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan opportunity cost bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Hasil di atas ekspektasi akan menempatkan emas di bawah tekanan, kata Richard Xu, manajer investasi di HuaAn Gold, ETF emas terbesar di China.
Wang Tao, analis teknikal Reuters, memperkirakan harga emas di pasar spot terlihat netral di kisaran USD1.318-1.327 per ounce.
Di logam mulia lainnya, perak naik 0,1 persen menjadi USD16,50 per ounce. Sementara, harga platinum turun 0,4 persen menjadi USD959,24 per ounce, sedangkan palladium melemah 0,2 persen menjadi USD977,00 per ounce. (ef)

Sumber : Admin