Pasokan Menyusut, Harga Tembaga Bergerak Lebih Tinggi
Monday, April 15, 2019       15:39 WIB

Ipotnews - Harga tembaga menguat, Senin, setelah data China menunjukkan impor tembaga lebih tinggi pada bulan lalu, sementara stok menyusut.
Selain itu, kekhawatiran atas defisit pasokan dan harapan atas resolusi terhadap sengketa perdagangan Amerika Serikat-China juga memberikan dukungan.
Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange, naik 0,1 persen menjadi USD6.487 per ton pada pukul 14.47 WIB, demikian laporan Reuters, di Singapura, Senin (15/4).
Sementara itu, kontrak tembaga Juni yang paling aktif diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange ditutup meningkat 0,4 persen menjadi 49.400 yuan (USD7.367,86) per ton.
China mengimpor 391.000 ton tembaga tidak ditempa bulan lalu, melonjak 25,7 persen dari bulan sebelumnya dan 26,5 persen lebih tinggi dari tahun sebelumnya, menurut data yang dirilis Jumat.
Impor konsentrat tembaga China pada periode Maret juga lebih tinggi dari level tahun lalu, yaitu 1,77 juta ton, tetapi turun dari Februari yang mencatatkan lonjakan kuat.
"Ini meredam kekhawatiran atas permintaan lunak pasca liburan Tahun Baru China. Sentimen selanjutnya didorong oleh data kredit dan moneter yang kuat," kata ANZ.
Perusahaan tambang China, MMG Ltd, mengatakan pertambangan Las Bambas di Peru secara progresif memulihkan kembali pasokan yang kritis setelah masyarakat adat mengakhiri blokade terhadap jalan utama lebih dari dua bulan.
Stok tembaga di gudang LME turun untuk hari ketiga berturut-turut, sebanyak 2.000 ton menjadi 192.425 ton, menurut data yang dirilis Jumat, sementara persediaan tembaga di gudang yang dilacak oleh ShFE menyusut lima persen dari pekan lalu menjadi 245.178 ton.
Menteri Keuangan Amerika, Steven Mnuchin, Sabtu, mengatakan perjanjian perdagangan AS-China akan "jauh melampaui" upaya-upaya sebelumnya untuk membuka pasar China bagi perusahaan-perusahaan AS dan diharapkan kedua belah pihak semakin "dekat dengan putaran final" perundingan.
Rio Tinto Ltd akan menginvestasikan tambahan USD302 juta untuk mengembangkan proyek tembaga Resolution di negara bagian Arizona, AS, di tengah upaya meningkatkan produksi guna memenuhi pasar yang menguntungkan bagi kendaraan energi terbarukan.
Tembaga akan menghadapi lebih banyak gangguan tahun ini daripada 2018, karena perselisihan tenaga kerja, cuaca ekstrem dan penundaan proyek yang tak terduga akan menggerus satu juta ton dari produksi 2019, kata CEO Antofagasta, Cile. (ef)

Sumber : Admin